Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

Mahasiswa Papua Tengah Tuntut Pembebasan Tapol dan Tolak Investasi di Mimbar Bebas Nabire

Etty Welerbadge-check


					Mahasiswa Papua Tengah Tuntut Pembebasan Tapol dan Tolak Investasi di Mimbar Bebas Nabire Perbesar

NABIRE – Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Papua Tengah menggelar aksi mimbar bebas di Pasar Karang Nabire, Kamis (11/9/2025). Aksi ini dipimpin oleh koordinator lapangan, Marius Petege, dan diikuti lebih dari 200 peserta.

Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan dua tuntutan utama. Pertama, mereka mendesak pemerintah untuk segera membebaskan empat tahanan politik (tapol) di Sorong tanpa syarat. Menurut mereka, keempat tapol yang disebut sebagai aktivis Negara Republik Federal Papua Barat (NRFPB) tengah menjalani proses persidangan, dengan sidang lanjutan dijadwalkan pada 5 September lalu.

“Kami bersolidaritas untuk empat tapol di Sorong. Tuntutan kami jelas: segera bebaskan tanpa syarat,” tegas Marius Petege kepada wartawan.

Tuntutan kedua berkaitan dengan penolakan terhadap investasi di Papua Tengah. Massa menilai kehadiran perusahaan-perusahaan di wilayah tersebut tidak memberikan manfaat bagi masyarakat lokal. Mereka mengutip temuan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang menyebutkan terdapat 53 izin usaha di Papua Tengah, namun hanya dua perusahaan yang dinyatakan sah dan legal.

Mahasiswa menilai investasi yang ada justru mengancam keberlangsungan hidup masyarakat Papua dan hanya menguntungkan segelintir elit.

“Perusahaan-perusahaan ini tidak hadir untuk menyejahterakan rakyat Papua, tetapi untuk kepentingan individu tertentu. Kami tidak bisa menerima ini,” ujar Marius sebagai kordinator lapangan yang juga mahasiswa Universitas Cenderawasih kelas Nabire.

Massa menegaskan akan terus melakukan aksi serupa hingga pemerintah daerah maupun pusat menanggapi tuntutan mereka secara serius. Mereka juga menekankan peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang wajib bersuara bagi masyarakat.

Aksi mimbar bebas ini turut mengundang wartawan untuk meliput, agar aspirasi mahasiswa dapat tersampaikan kepada pemerintah pusat maupun daerah. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PUPR Mimika Kejar Penyelesaian Pembangunan Jalan Hasanuddin 

6 November 2026 - 13:24 WIB

IMG 20261106 WA0044

Dishub Mimika Evaluasi Traffic Light, Perempatan Pin Seluler Jadi Prioritas

6 November 2026 - 13:15 WIB

IMG 20261106 WA0043

Ratusan Pelajar SMA YPPGI Wissel Meren Enarotali Ikut Edukasi dari KPA Paniai 

6 November 2026 - 13:06 WIB

IMG 20261106 WA0042

Dua Hari Pelatihan, Petani Puncak Jaya Belajar Kembangkan Kopi Berkualitas

6 November 2026 - 12:56 WIB

IMG 20261106 WA0036

Deinas Geley Pimpin PSSI Papua Tengah, Targetkan Pembinaan Pemain Muda hingga Tingkat Nasional

6 November 2026 - 12:46 WIB

IMG 20261106 214339
Trending di Headline