Menu

Mode Gelap
Pendidikan Jadi Kunci Masa Depan Papua, Meki Nawipa Apresiasi Beasiswa Puncak Cerdas Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah

Headline

Mahasiswa Papua Tengah Tuntut Pembebasan Tapol dan Tolak Investasi di Mimbar Bebas Nabire

Etty Welerbadge-check


					Mahasiswa Papua Tengah Tuntut Pembebasan Tapol dan Tolak Investasi di Mimbar Bebas Nabire Perbesar

NABIRE – Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Papua Tengah menggelar aksi mimbar bebas di Pasar Karang Nabire, Kamis (11/9/2025). Aksi ini dipimpin oleh koordinator lapangan, Marius Petege, dan diikuti lebih dari 200 peserta.

Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan dua tuntutan utama. Pertama, mereka mendesak pemerintah untuk segera membebaskan empat tahanan politik (tapol) di Sorong tanpa syarat. Menurut mereka, keempat tapol yang disebut sebagai aktivis Negara Republik Federal Papua Barat (NRFPB) tengah menjalani proses persidangan, dengan sidang lanjutan dijadwalkan pada 5 September lalu.

“Kami bersolidaritas untuk empat tapol di Sorong. Tuntutan kami jelas: segera bebaskan tanpa syarat,” tegas Marius Petege kepada wartawan.

Tuntutan kedua berkaitan dengan penolakan terhadap investasi di Papua Tengah. Massa menilai kehadiran perusahaan-perusahaan di wilayah tersebut tidak memberikan manfaat bagi masyarakat lokal. Mereka mengutip temuan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang menyebutkan terdapat 53 izin usaha di Papua Tengah, namun hanya dua perusahaan yang dinyatakan sah dan legal.

Mahasiswa menilai investasi yang ada justru mengancam keberlangsungan hidup masyarakat Papua dan hanya menguntungkan segelintir elit.

“Perusahaan-perusahaan ini tidak hadir untuk menyejahterakan rakyat Papua, tetapi untuk kepentingan individu tertentu. Kami tidak bisa menerima ini,” ujar Marius sebagai kordinator lapangan yang juga mahasiswa Universitas Cenderawasih kelas Nabire.

Massa menegaskan akan terus melakukan aksi serupa hingga pemerintah daerah maupun pusat menanggapi tuntutan mereka secara serius. Mereka juga menekankan peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang wajib bersuara bagi masyarakat.

Aksi mimbar bebas ini turut mengundang wartawan untuk meliput, agar aspirasi mahasiswa dapat tersampaikan kepada pemerintah pusat maupun daerah. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dinsos Mimika Gelar Bimbingan Sosial, Dorong Sinergi Penanganan Kelompok Rentan

29 Juni 2026 - 15:30 WIB

IMG 20260629 WA0021

Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai, Pemkab Mimika Lepas 210 Petugas Pendataan

29 Juni 2026 - 15:26 WIB

IMG 20260629 WA0019

DPRD Deiyai Gelar Sidang Paripurna Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025, Bupati Mote Tekankan Transparansi Pengelolaan Keuangan

29 Juni 2026 - 15:22 WIB

IMG 20260629 WA0149

Dukung Natal FKMI 2026, KONI Intan Jaya Serahkan Bantuan Peralatan Olahraga di Nabire

29 Juni 2026 - 13:52 WIB

IMG 20260629 WA0077

Papua Tengah Raih 3 Gold dan 6 Silver di Pesparawi Nasional XIV 2026, LPPD Apresiasi Seluruh Kontingen

29 Juni 2026 - 13:48 WIB

IMG 20260629 WA0069
Trending di Headline