Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete

Headline

Bupati Resmikan SIM-RS dan Ruang PICU RSUD Nabire

Etty Welerbadge-check


					Bupati Resmikan SIM-RS dan Ruang PICU RSUD Nabire Perbesar

NABIRE — Pemerintah Kabupaten Nabire resmi meluncurkan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM-RS) sekaligus meresmikan ruang Perawatan Intensif Anak (PICU) di BLUD RSUD Nabire. Peresmian ini dihadiri langsung oleh Bupati Nabire, Mesak Magai, bersama jajaran pimpinan daerah dan tenaga medis.

Dalam sambutannya, Bupati Mesak Magai menegaskan bahwa penerapan SIM-RS merupakan langkah strategis untuk meningkatkan transparansi, efisiensi, dan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Nabire. Sistem ini akan memantau seluruh aspek layanan, mulai dari data pasien, ketersediaan tempat tidur, hingga pengelolaan keuangan dan kerjasama dengan BPJS.

“Melalui SIM-RS, semua pelayanan akan termonitor, bukan hanya oleh pihak internal rumah sakit tetapi juga oleh masyarakat. Transparansi ini penting untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan maksimal,” ujar Mesak Magai dalam sambutannya Senin, (11/8/2025)

Bupati juga menyampaikan bahwa dengan adanya ruang PICU, RSUD Nabire kini dapat menangani kasus-kasus kritis pada anak tanpa harus dirujuk ke luar daerah. Ia berharap fasilitas baru ini dapat menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat.

Selain itu, Bupati menyoroti pentingnya pembenahan manajemen dan sumber daya manusia di RSUD Nabire. Ia mengumumkan bahwa kontrak tenaga non-medis akan dievaluasi, dan pihak ketiga yang dinilai bermasalah akan dihentikan.

“Saya ingin pelayanan benar-benar maksimal. Jika ada pihak yang menghambat, akan diganti. Kita fokus pada kesejahteraan tenaga medis dan peningkatan pelayanan masyarakat,” tegasnya.

Bupati juga meminta seluruh tenaga medis dan manajemen rumah sakit untuk menghindari kesalahan diagnosis dan memastikan pelayanan berbasis data yang akurat melalui SIM-RS. Menurutnya, sistem ini akan mempermudah pengawasan oleh pemerintah daerah maupun provinsi.

“Dengan SIM-RS, saya bisa memantau langsung berapa pasien yang dirawat, jenis penyakitnya, lama perawatan, dan sumber pembiayaannya. Semua akan tercatat secara transparan,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Bupati Mesak Magai menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga medis, manajemen RSUD, dan pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam mewujudkan inovasi pelayanan kesehatan ini. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Di Nabire, Panitia Reuni Sahabat 06 Se‑Papua Tengah Resmi Dikukuhkan

19 Juni 2026 - 09:49 WIB

IMG 20260619 WA0072

Pemkab Mimika Perkuat Sistem Perizinan Tenaga Kesehatan Lewat Sinkronisasi Data SIP dan Satu Sehat

19 Juni 2026 - 09:41 WIB

IMG 20260619 WA0071

GPDP Klasis Mimika Gelar Sidang Klasis VI, Tegaskan Gereja Harus Tangguh, Profesional, dan Relevan di Tanah Papua

19 Juni 2026 - 09:37 WIB

IMG 20260619 WA0069

Dinsos Deiyai Gelar Musyawarah Desa, Perkuat Verifikasi dan Validasi Data Kesejahteraan Sosial

19 Juni 2026 - 09:29 WIB

IMG 20260618 WA0023

Dinsos Deiyai Salurkan 1.000 Selimut dan Kelambu untuk Kelompok Rentan Melalui Dana Otsus

19 Juni 2026 - 09:26 WIB

IMG 20260619 WA0025
Trending di Headline