Menu

Mode Gelap
BULD DPD RI Uji Publik Regulasi Pendidikan Bali, Soroti Kewenangan Pusat dan Daerah Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua

Headline

Bangun 4 Pos Keamanan, Bupati Nabire Siap Lindungi Warga yang Tindak Tegas Pelaku Begal 

Etty Welerbadge-check


					Bangun 4 Pos Keamanan, Bupati Nabire Siap Lindungi Warga yang Tindak Tegas Pelaku Begal  Perbesar

NABIRE — Maraknya aksi begal di ibu kota Provinsi Papua Tengah, Kabupaten Nabire, menjadi sorotan publik dan menuai kekhawatiran di berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, pemuda, hingga tokoh agama.

Menanggapi situasi ini, Bupati Nabire, Mesak Magai, menegaskan komitmennya untuk melindungi warga yang berani mengambil tindakan tegas terhadap pelaku begal.

“Tadi dalam apel gabungan saya sampaikan, untuk masalah begal yang terjadi di Kabupaten Nabire, bagi warga masyarakat kita yang menahan bahkan sampai membunuh pelaku begal, saya akan lindungi. Saya akan bicara dengan penegak hukum agar mereka bebas dari hukuman,” ujarnya kepada awak media, Senin (11/8/2025).

Pernyataan ini menuai perhatian publik karena dianggap sebagai dukungan moral bagi masyarakat untuk melawan tindak kriminal, sekaligus sebagai peringatan keras bagi para pelaku begal. Bupati berharap langkah ini dapat menjadi efek jera dan membuat Nabire lebih aman bagi seluruh warganya.

Sebagai langkah konkret, Mesak Magai juga mengumumkan rencana pembangunan empat pos keamanan Banpol di titik strategis, yakni Girimulyo, Wonorejo, Kalibobo dan Karang Mulia. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif menjaga lingkungan masing-masing.

“Kita semua harus ikut menciptakan kondisi aman di wilayah kita masing-masing,” tegasnya.

Bupati turut menekankan bahwa gangguan keamanan berdampak langsung pada perekonomian. Ia mencontohkan harga garam yang di Kabupaten Paniai hanya Rp2.000 per bungkus, bisa melonjak hingga Rp700 ribu di Nabire akibat biaya transportasi yang meningkat ketika kondisi tidak aman.

“Kalau kota ini aman, biaya distribusi turun, harga barang stabil, dan masyarakat bisa hidup lebih sejahtera. Mari kita jadikan Nabire sebagai kota berkat bagi seluruh Papua Tengah,” pungkasnya. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Wanggar Sari Apresiasi Dinkes Nabire Selesaikan Masalah Internal Puskesmas

22 September 2026 - 10:11 WIB

IMG 20260922 WA0050

Polda Papua dan Belanda Perkuat Komunikasi, Bahas Keamanan hingga Lingkungan

22 September 2026 - 10:07 WIB

IMG 20260922 WA0045

September, Realisasi Fisik APBD Mimika 52 Persen, Realisasi Keuangan 48 Persen

22 September 2026 - 10:01 WIB

IMG 20260922 WA0042

FKP, Pemkab Mimika Dorong Pelayanan Publik Lebih Inklusif 

22 September 2026 - 09:57 WIB

IMG 20260922 WA0041

Pendulang di Landfill Mile 38 Diminta Pindahkan Camp, Batas Waktu 29 September

22 September 2026 - 09:18 WIB

IMG 20260922 WA0040
Trending di Headline