Menu

Mode Gelap
Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku Masyarakat Paniai Berdomisili Mimika Mendukung Daerah Otonom Kabupaten Moni, Mengecam Aksi Protes Piyos News Rayakan HUT ke-2, Perkuat Peran dari Papua Tengah hingga Nasional

News

Pj Sekda Papua Tengah Buka FGD Pemberdayaan Perempuan: “Ketika Perempuan Berdiri Tegak, Tanah Papua Akan Melangkah Lebih Jauh”

adminbadge-check


					Pj Sekda Papua Tengah Buka FGD Pemberdayaan Perempuan: “Ketika Perempuan Berdiri Tegak, Tanah Papua Akan Melangkah Lebih Jauh” Perbesar

NABIRE – Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Provinsi Papua Tengah, dr. Silwanus Sumule, membuka secara resmi kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penelitian dan Pengembangan Pemberdayaan Perempuan Papua Tengah Tahun 2025 yang berlangsung di Hotel Mahavira, Nabire, Rabu (4/6/2025).

FGD ini menghadirkan peserta lintas sektor yang meliputi:
1. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Papua Tengah;
2. Para Kepala Bappeda/Bapperida dari seluruh kabupaten se-Papua Tengah;
3. Para Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tingkat provinsi dan kabupaten;
4. Para narasumber, tamu undangan, serta tokoh-tokoh masyarakat dan agama.

Mewakili Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, dr. Sumule dalam sambutannya menekankan pentingnya peran perempuan sebagai penggerak utama dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan budaya di tanah Papua. “Perempuan bukan hanya pelengkap dalam keluarga dan masyarakat, mereka adalah inti dari kebudayaan, penjaga nilai-nilai, dan sumber kekuatan dalam membangun masyarakat,” ujarnya.

Ia menyoroti realita sosial yang masih kerap menempatkan perempuan dalam posisi rentan, mulai dari kasus kekerasan dalam rumah tangga hingga ketidaksetaraan akses terhadap layanan dasar. Dr. Sumule menceritakan pengalaman pribadinya saat menghadapi kasus seorang ibu yang tidak bisa menjalani operasi karena suaminya menolak menandatangani surat izin operasi lantaran belum melunasi maskawin. “Ini realita yang kita hadapi. Ini bukan cerita satu atau dua kasus, tapi banyak,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh peserta FGD untuk membingkai ulang narasi pembangunan agar tidak lagi terlalu maskulin dan elitis. “Kita hadir di sini bukan sekadar menggugurkan kewajiban birokrasi. Ini adalah forum untuk mendengar suara-suara yang selama ini dipinggirkan, suara perempuan yang menyimpan kekuatan luar biasa,” katanya.

Dalam suasana diskusi yang hangat dan partisipatif, Pj Sekda juga menyinggung video viral tentang Mama Rukubai — seorang ibu dari tokoh lokal yang menggambarkan cinta dan peran perempuan Papua dalam mendidik generasi, tak peduli anaknya menjadi siapa, bahkan seorang bupati.

Dr. Sumule menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan harus dilihat sebagai investasi lintas generasi, bukan sekadar program sektoral. “Papua Tengah hanya akan benar-benar bangkit jika kita memberikan ruang kepada perempuan untuk memimpin perubahan – di kampung, di ruang publik, dan di ruang pengambilan keputusan,” tegasnya.

FGD ini diharapkan menjadi laboratorium gagasan dan dialog lintas perspektif untuk menghasilkan kebijakan yang responsif, terintegrasi, dan berakar pada kearifan lokal. “Kita ingin melahirkan program pemberdayaan bukan dari atas ke bawah, tapi dari bawah ke atas – bukan sekadar demi angka, tapi demi martabat dan hak,” ujar dr. Sumule.

Mengakhiri sambutannya, Pj Sekda Papua Tengah menyampaikan pesan mendalam: “Ketika satu perempuan diberdayakan, maka satu keluarga memiliki masa depan. Dan ketika perempuan Papua berdiri tegak, maka seluruh tanah Papua akan berjalan lebih jauh.”

Kegiatan FGD ini turut dihadiri oleh para pemangku kepentingan dari berbagai sektor, tokoh agama, tokoh adat, aktivis perempuan, akademisi, serta organisasi masyarakat sipil yang konsen terhadap isu-isu kesetaraan gender dan pembangunan inklusif di Papua Tengah.(MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lewat ‘Honai Smart Character’, Polsek Miru Tanamkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di SDN 4 Mimika

26 Mei 2026 - 10:34 WIB

IMG 20260526 WA0014

Dinkes Mimika Gelar Workshop Lansia Tangguh, Dorong Lansia Tetap Produktif dan Mandiri

26 Mei 2026 - 05:37 WIB

IMG 20260526 WA0009

Hadiri Peresmian Guest House Elvis Tabuni, Melkianus Mote Terima Cinderamata dari Bupati Puncak

26 Mei 2026 - 05:32 WIB

IMG 20260526 WA0006

Mahasiswa Papua Semarang Soroti Militerisme dan dampaknya di Papua: Negara Dinilai Gagal Lindungi Hak Sipil OAP

26 Mei 2026 - 05:09 WIB

IMG 20260526 WA0001

Bupati Mimika Johannes Rettob Serahkan Hewan Kurban Bantuan Presiden di Masjid Al-Ikhlas SP 1 Timika

26 Mei 2026 - 02:52 WIB

IMG 20260526 WA0003
Trending di Headline