Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

News

Laju Ekonomi Papua Tengah Terendah se-Indonesia, Mendagri Tito Beri Arahan

adminbadge-check


					Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Dok ANTARAFOTO Perbesar

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Dok ANTARAFOTO

JAKARTA — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyoroti pertumbuhan ekonomi Provinsi Papua Tengah yang anjlok hingga -25,53% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal I/2025. Angka ini menjadikan Papua Tengah sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi terendah di Indonesia.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi ini, mengingat Papua Tengah merupakan salah satu provinsi dengan pendapatan daerah tertinggi. Namun, realisasi belanja daerah justru sangat rendah.

“Yang lebih menyedihkan dan menjadi pertanyaan besar adalah Papua Tengah. Pertumbuhannya -25%, padahal pendapatannya paling tinggi,” ujar Tito dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2025 yang disiarkan melalui YouTube Kemendagri, Senin (26/5/2025).

Data per 23 Mei 2025 menunjukkan bahwa realisasi pendapatan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Papua Tengah telah mencapai 48,71%. Namun, realisasi belanja baru sebesar 9,11%.

“Pendapatannya sudah tercapai hampir 50%, itu bagus. Tapi belanjanya baru 9%, artinya uangnya hanya disimpan di bank. Ini saya minta perhatian dari Pak Gubernur (Meki Fritz Nawipa),” tegasnya.

Tito mendorong Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa untuk meningkatkan belanja daerah setidaknya hingga 20% sebagai upaya memacu perputaran ekonomi. Mengingat tahun 2025 telah memasuki pertengahan, ia menekankan pentingnya akselerasi dalam penggunaan anggaran.

Menurutnya, belanja daerah yang optimal dapat menggerakkan perekonomian lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebaliknya, jika belanja tidak terealisasi, maka daerah berisiko mengalami kemunduran ekonomi.

“Angka pertumbuhan ekonomi harus menjadi perhatian utama seluruh kepala daerah. Itu cerminan dari kerja mereka,” kata Tito.

Ia juga menambahkan bahwa meskipun inflasi penting untuk dijaga demi kestabilan harga barang dan jasa, namun pertumbuhan ekonomi menjadi indikator yang lebih luas dalam melihat kemajuan daerah.

“Kalau pertumbuhan ekonomi tinggi, daerah itu melompat maju. Tapi kalau 0%, 0,5%, 1%, itu stagnan. Kalau minus, berarti mundur. Yang miskin makin miskin. Jangan harap bisa menangani kemiskinan ekstrem, stunting, dan lain-lain,” jelasnya.

Tito menegaskan bahwa angka pertumbuhan ekonomi merupakan indikator utama yang mencerminkan kondisi suatu daerah. “Kalau pertumbuhannya minus, itu tanda daerahnya mundur dan akan makin banyak yang miskin serta stunting. Jadi ini angka yang paling pokok,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tindaklanjuti Instruksi Bupati, BPBD Mimika Mulai Siram Jalan Atasi Debu di Timika

15 September 2026 - 13:39 WIB

20260915

Dishub Mimika Perkuat Keselamatan Jalan, dari ZoSS hingga Pengecatan Median

15 September 2026 - 13:21 WIB

IMG 20260915 WA0037

Empat Pelajar Selamat, Polisi Redam Kepanikan Warga Akibat Isu Penculikan

15 September 2026 - 13:17 WIB

IMG 20260915 WA0030

Dukcapil Deiyai Ungkap Perkembangan Data Kependudukan, Pelayanan Masih Hadapi Sejumlah Kendala

15 September 2026 - 13:11 WIB

IMG 20260915 WA0034

BPJS Ketenagakerjaan dan Pemkab Deiyai Validasi Data Pekerja Rentan hingga Aparatur Kampung

15 September 2026 - 13:07 WIB

IMG 20260915 WA0032
Trending di Headline