Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete

News

Laju Ekonomi Papua Tengah Terendah se-Indonesia, Mendagri Tito Beri Arahan

adminbadge-check


					Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Dok ANTARAFOTO Perbesar

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Dok ANTARAFOTO

JAKARTA — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyoroti pertumbuhan ekonomi Provinsi Papua Tengah yang anjlok hingga -25,53% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal I/2025. Angka ini menjadikan Papua Tengah sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi terendah di Indonesia.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi ini, mengingat Papua Tengah merupakan salah satu provinsi dengan pendapatan daerah tertinggi. Namun, realisasi belanja daerah justru sangat rendah.

“Yang lebih menyedihkan dan menjadi pertanyaan besar adalah Papua Tengah. Pertumbuhannya -25%, padahal pendapatannya paling tinggi,” ujar Tito dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2025 yang disiarkan melalui YouTube Kemendagri, Senin (26/5/2025).

Data per 23 Mei 2025 menunjukkan bahwa realisasi pendapatan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Papua Tengah telah mencapai 48,71%. Namun, realisasi belanja baru sebesar 9,11%.

“Pendapatannya sudah tercapai hampir 50%, itu bagus. Tapi belanjanya baru 9%, artinya uangnya hanya disimpan di bank. Ini saya minta perhatian dari Pak Gubernur (Meki Fritz Nawipa),” tegasnya.

Tito mendorong Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa untuk meningkatkan belanja daerah setidaknya hingga 20% sebagai upaya memacu perputaran ekonomi. Mengingat tahun 2025 telah memasuki pertengahan, ia menekankan pentingnya akselerasi dalam penggunaan anggaran.

Menurutnya, belanja daerah yang optimal dapat menggerakkan perekonomian lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebaliknya, jika belanja tidak terealisasi, maka daerah berisiko mengalami kemunduran ekonomi.

“Angka pertumbuhan ekonomi harus menjadi perhatian utama seluruh kepala daerah. Itu cerminan dari kerja mereka,” kata Tito.

Ia juga menambahkan bahwa meskipun inflasi penting untuk dijaga demi kestabilan harga barang dan jasa, namun pertumbuhan ekonomi menjadi indikator yang lebih luas dalam melihat kemajuan daerah.

“Kalau pertumbuhan ekonomi tinggi, daerah itu melompat maju. Tapi kalau 0%, 0,5%, 1%, itu stagnan. Kalau minus, berarti mundur. Yang miskin makin miskin. Jangan harap bisa menangani kemiskinan ekstrem, stunting, dan lain-lain,” jelasnya.

Tito menegaskan bahwa angka pertumbuhan ekonomi merupakan indikator utama yang mencerminkan kondisi suatu daerah. “Kalau pertumbuhannya minus, itu tanda daerahnya mundur dan akan makin banyak yang miskin serta stunting. Jadi ini angka yang paling pokok,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Di Nabire, Panitia Reuni Sahabat 06 Se‑Papua Tengah Resmi Dikukuhkan

19 Juni 2026 - 09:49 WIB

IMG 20260619 WA0072

Pemkab Mimika Perkuat Sistem Perizinan Tenaga Kesehatan Lewat Sinkronisasi Data SIP dan Satu Sehat

19 Juni 2026 - 09:41 WIB

IMG 20260619 WA0071

GPDP Klasis Mimika Gelar Sidang Klasis VI, Tegaskan Gereja Harus Tangguh, Profesional, dan Relevan di Tanah Papua

19 Juni 2026 - 09:37 WIB

IMG 20260619 WA0069

Dinsos Deiyai Gelar Musyawarah Desa, Perkuat Verifikasi dan Validasi Data Kesejahteraan Sosial

19 Juni 2026 - 09:29 WIB

IMG 20260618 WA0023

Dinsos Deiyai Salurkan 1.000 Selimut dan Kelambu untuk Kelompok Rentan Melalui Dana Otsus

19 Juni 2026 - 09:26 WIB

IMG 20260619 WA0025
Trending di Headline