Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete

Headline

Wilhelmus Pigai Desak Pemerintah Pusat Selesaikan Konflik di Papua Tengah: “Jangan Biarkan Rakyat Jadi Korban!”

adminbadge-check


					Anggota DPD RI Provinsi Papua Tengah, Wilhelmus Pigai Perbesar

Anggota DPD RI Provinsi Papua Tengah, Wilhelmus Pigai

JAKATRA – Suara datang dari Senayan. Anggota DPD RI asal Papua Tengah, Wilhelmus Pigai, angkat bicara soal situasi mencekam yang masih menghantui sejumlah wilayah di provinsi Papua Tengah. Ia mendesak pemerintah pusat, untuk tidak tinggal diam atas konflik bersenjata yang terus terjadi di Intan Jaya, Puncak Jaya, Dogiyai dan kabupaten lainnya di papua tengah.

“Pemerintah provinsi ini baru dibentuk, gubernur dan para bupati baru saja dilantik. Tapi bagaimana mereka bisa bekerja kalau masyarakat masih hidup dalam bayang-bayang ketakutan?” ujar Pigai dengan nada tegas. Minggu, (25/05/2025).

Ia menyebut bahwa konflik yang tak kunjung reda bukan hanya menghambat roda pemerintahan, tapi juga mematikan harapan masyarakat akan pembangunan dan kesejahteraan. Wilhelmus dengan lantang mengingatkan: jangan sampai rakyat sipil terus menjadi korban dari konflik yang seolah tak berujung.

“Saya minta kepada pemerintah pusat untuk segera bertindak. Cari solusi secepatnya! Jangan tunggu sampai darah masyarakat sipil kembali tumpah,” tegasnya.

Lebih jauh, Pigai juga meminta kepada seluruh pihak, baik aparat TNI-Polri maupun kelompok bersenjata seperti TPNPB-OPM, untuk menahan diri dan tidak memperkeruh keadaan.

“Semua pihak harus menahan diri. Konflik ini bukan hanya menghambat pembangunan, tapi mematikan masa depan generasi Papua,” tambahnya.

Disisi lain Uskup Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru. Dalam seruannya, beliau mengajak semua pihak untuk meninggalkan kekerasan dan kembali kepada jalan dialog. Sebab, menurutnya, rakyat Papua sudah sangat lelah dengan konflik.

“Masyarakat Papua rindu damai. Mari duduk dan berdialog,” ujar Uskup Bernardus, menyuarakan kerinduan rakyat Papua dari lubuk hati yang paling dalam.

Ia juga menyinggung bahwa konflik yang terus membara di Papua tak bisa dilepaskan dari kepentingan ekonomi dan eksploitasi sumber daya alam. Dalam kondisi seperti ini, rakyat kecil lagi-lagi yang jadi tumbal.

“Sudah enam puluhan tahun di tanah Papua ini konflik bersenjata terus terjadi karena kepentingan investasi eksploitasi sumber daya alam,” ujarnya.

Jika tidak segera ditangani, konflik ini tidak hanya akan melumpuhkan roda pemerintahan yang masih muda, tapi juga memutus harapan ribuan masyarakat yang ingin hidup damai di tanah mereka sendiri.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Di Nabire, Panitia Reuni Sahabat 06 Se‑Papua Tengah Resmi Dikukuhkan

19 Juni 2026 - 09:49 WIB

IMG 20260619 WA0072

Pemkab Mimika Perkuat Sistem Perizinan Tenaga Kesehatan Lewat Sinkronisasi Data SIP dan Satu Sehat

19 Juni 2026 - 09:41 WIB

IMG 20260619 WA0071

GPDP Klasis Mimika Gelar Sidang Klasis VI, Tegaskan Gereja Harus Tangguh, Profesional, dan Relevan di Tanah Papua

19 Juni 2026 - 09:37 WIB

IMG 20260619 WA0069

Dinsos Deiyai Gelar Musyawarah Desa, Perkuat Verifikasi dan Validasi Data Kesejahteraan Sosial

19 Juni 2026 - 09:29 WIB

IMG 20260618 WA0023

Dinsos Deiyai Salurkan 1.000 Selimut dan Kelambu untuk Kelompok Rentan Melalui Dana Otsus

19 Juni 2026 - 09:26 WIB

IMG 20260619 WA0025
Trending di Headline