Menu

Mode Gelap
700 Pelari Meriahkan Bhayangkara Fun Run 5K, Wujud Sinergi Polda Papua Tengah dan DPD BMP RI OPINI : Menggugat ke PTUN Tak Cukup Bermodal Somasi TKT Group Timika Raih 15 Medali di Thyres Taekwondo Championship 2026 Ekspor Perdana Hasil Laut Mimika Jadi Langkah Baru Papua Tengah Menembus Pasar Global Pendidikan Jadi Kunci Masa Depan Papua, Meki Nawipa Apresiasi Beasiswa Puncak Cerdas Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat

Headline

Mahasiswa Dogiyai di Jayapura Tolak Pemekaran Kabupaten Mapia Raya

Etty Welerbadge-check


					Mahasiswa Dogiyai di Jayapura Tolak Pemekaran Kabupaten Mapia Raya Perbesar

JAYAPURA – Mahasiswa asal Kabupaten Dogiyai yang tergabung dalam Tim Peduli Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia Wilayah Kabupaten Dogiyai menyatakan penolakan tegas terhadap rencana pemekaran Kabupaten Mapia Raya. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers yang berlangsung di Asrama Dogiyai, Expo Waena, Kota Jayapura, Papua, pada Sabtu (24/5/2025).

Menurut Melianus Tagi, koordinator tim, pemekaran wilayah tidak akan menyelesaikan masalah struktural yang dihadapi masyarakat Dogiyai, seperti kemiskinan, pengangguran, dan konflik sosial. Sebaliknya, mereka menilai pemekaran hanya menjadi agenda elit politik yang tidak mewakili aspirasi rakyat.

Berikut 7 Poin Pernyataan Sikap Mahasiswa Dogiyai di Jayapura:

  1. Menolak dengan tegas segala bentuk pemekaran Kabupaten Mapia Raya yang dilakukan oleh oknum atau elit politik lokal yang mengatasnamakan rakyat Mapia.
  2. Mendesak Pemerintah Pusat untuk segera membatalkan rencana pembahasan dan penetapan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Mapia Raya karena tidak menyentuh akar persoalan rakyat.
  3. Menyatakan mosi tidak percaya kepada Matias Butu dan kelompoknya yang dianggap tidak mewakili aspirasi masyarakat Mapia secara keseluruhan.
  4. Menuntut Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Kabupaten Dogiyai untuk menghentikan seluruh proses pemekaran; jika tidak diindahkan, mahasiswa mengancam akan menutup Jalan Trans Mapia sebagai bentuk protes.
  5. Menuntut agar draf pemekaran diuji secara akademik dan disusun secara partisipatif dengan melibatkan tokoh masyarakat, mahasiswa, tokoh adat, tokoh perempuan, dan unsur terkait lainnya.
  6. Menuntut Gubernur Papua Tengah untuk menghentikan seluruh proses pemekaran di wilayah Papua Tengah, khususnya di Kabupaten Dogiyai.
  7. Menuntut penghentian operasi militer dan eksploitasi sumber daya alam di seluruh Tanah Papua karena dianggap memperburuk kondisi sosial masyarakat adat.

Pernyataan ini mencerminkan sikap kritis dan kepedulian mahasiswa Dogiyai terhadap masa depan tanah kelahiran mereka serta dorongan untuk menciptakan keadilan sosial yang sejati di wilayah Papua.(MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sekretaris Dinas Pendidikan Mimika Tinjau PAUD dan SD di Kampung Banti, Siapkan Lokasi Pembangunan Sekolah Baru

5 Juli 2026 - 14:11 WIB

IMG 20260705 WA0010

Samuel Yogi Apresiasi Dekranasda Deiyai, Dinilai Konsisten Kembangkan UMKM Lokal

5 Juli 2026 - 12:58 WIB

IMG 20260705 WA0021

Perekda Deiyai Bawa Kuliner Tradisional ke Panggung Festival TIFA 2026

5 Juli 2026 - 11:17 WIB

IMG 20260705 WA0025

700 Pelari Meriahkan Bhayangkara Fun Run 5K, Wujud Sinergi Polda Papua Tengah dan DPD BMP RI

4 Juli 2026 - 11:24 WIB

WhatsApp Image 2026 07 04 at 20.08.55

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Jenazah Pilot PT AMA Air, Tim Patroli Kejar Pelaku Pembakaran Pesawat di Yahukimo

3 Juli 2026 - 13:34 WIB

IMG 20260703 WA0117
Trending di Headline