Menu

Mode Gelap
Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku

Headline

Tekan Kasus Malaria, Papua Tengah Gelar Pelatihan Entomologi untuk Petugas Kesehatan di Mimika

Etty Welerbadge-check


					Tekan Kasus Malaria, Papua Tengah Gelar Pelatihan Entomologi untuk Petugas Kesehatan di Mimika Perbesar

TIMIKA – Dalam upaya menekan tingginya kasus malaria di Kabupaten Mimika, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Tengah menggelar Pelatihan Entomologi bagi petugas kesehatan pengelola program malaria. Kegiatan ini berlangsung pada 5–10 Mei 2025 di Timika.

Pelatihan ini diikuti oleh para petugas medis dari 26 Puskesmas se-Kabupaten Mimika dan secara resmi dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Papua Tengah, dr. Agus, M.Kes, CH, Med, CHt, yang diwakili oleh Sekretaris Dinas, Yenice Derek, ST, M.Kes.

Dalam sambutannya, Yenice menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan peserta dalam bidang entomologi, terutama dalam pengendalian vektor penyakit seperti malaria dan demam berdarah.

“Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang biologi serangga, identifikasi spesies, siklus hidup, serta teknik pengendalian vektor penyakit. Ini sangat penting dalam upaya menurunkan angka kasus malaria,” ujar Yenice, Senin (5/5/2025) kemarin.

Ia mengungkapkan, Mimika masih menjadi wilayah dengan jumlah kasus malaria tertinggi di Papua Tengah dan kedua secara nasional setelah Keerom. Dari Januari hingga Mei 2025, tercatat 40.537 kasus positif malaria di Mimika.

“Dengan angka Annual Parasite Incidence (API) mencapai 492,41 per 1.000 penduduk, artinya hampir setengah dari setiap 1.000 warga terjangkit malaria. Ini menjadi pekerjaan besar yang harus kita selesaikan bersama,” katanya.

Yenice menekankan pentingnya penguatan kapasitas teknis petugas Puskesmas, khususnya dalam hal identifikasi nyamuk malaria dan pengendalian vektor berbasis data lapangan. Menurutnya, keberhasilan intervensi di lapangan sangat bergantung pada pemahaman yang kuat terhadap entomologi medis.

“Kita menargetkan angka eliminasi malaria sebesar 1 kasus per 1.000 penduduk pada tahun 2030 sesuai arahan Kementerian Kesehatan RI. Maka, pelatihan seperti ini menjadi sangat strategis,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk dukungan dari NGO Global Fund yang memfasilitasi terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Saya berharap para peserta mengikuti pelatihan ini dengan serius, aktif berdiskusi dan bertukar pengalaman agar dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan di tempat tugas masing-masing,” tutup Yenice. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BPJS Ketenagakerjaan Mimika Bayarkan Klaim Rp79 Miliar pada Januari–April 2026

31 Mei 2026 - 08:55 WIB

IMG 20260530 WA0000

Satpol PP Mimika Gandeng Basarnas & TNI-Polri, Bekali Satlinmas Amar Jadi Garda Terdepan Tangani Bencana dan Keamanan

29 Mei 2026 - 23:34 WIB

IMG 20260529 184259

Dr. Abraham Kateyau Terpilih Secara Aklamasi Pimpin PASI Mimika Periode 2026–2030

29 Mei 2026 - 13:39 WIB

IMG 20260529 WA0031

Perhatikan Kebutuhan ASN, Bupati dan Wabup Mimika Sumbangkan Dua Sapi Kurban dari Uang Pribadi

29 Mei 2026 - 13:26 WIB

IMG 20260529 221458

AZKO Hadir di Timika Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Lapangan Kerja

29 Mei 2026 - 12:43 WIB

IMG 20260529 WA0020
Trending di Headline