Menu ✖

Mode Gelap
Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026 Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri TNI AD dan DPD RI Turun Tangan Atasi Masalah Infrastruktur Daerah

Headline

Tekan Kasus Malaria, Papua Tengah Gelar Pelatihan Entomologi untuk Petugas Kesehatan di Mimika

Etty Welerbadge-check


					Tekan Kasus Malaria, Papua Tengah Gelar Pelatihan Entomologi untuk Petugas Kesehatan di Mimika Perbesar

TIMIKA – Dalam upaya menekan tingginya kasus malaria di Kabupaten Mimika, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Tengah menggelar Pelatihan Entomologi bagi petugas kesehatan pengelola program malaria. Kegiatan ini berlangsung pada 5–10 Mei 2025 di Timika.

Pelatihan ini diikuti oleh para petugas medis dari 26 Puskesmas se-Kabupaten Mimika dan secara resmi dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Papua Tengah, dr. Agus, M.Kes, CH, Med, CHt, yang diwakili oleh Sekretaris Dinas, Yenice Derek, ST, M.Kes.

Dalam sambutannya, Yenice menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan peserta dalam bidang entomologi, terutama dalam pengendalian vektor penyakit seperti malaria dan demam berdarah.

“Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang biologi serangga, identifikasi spesies, siklus hidup, serta teknik pengendalian vektor penyakit. Ini sangat penting dalam upaya menurunkan angka kasus malaria,” ujar Yenice, Senin (5/5/2025) kemarin.

Ia mengungkapkan, Mimika masih menjadi wilayah dengan jumlah kasus malaria tertinggi di Papua Tengah dan kedua secara nasional setelah Keerom. Dari Januari hingga Mei 2025, tercatat 40.537 kasus positif malaria di Mimika.

“Dengan angka Annual Parasite Incidence (API) mencapai 492,41 per 1.000 penduduk, artinya hampir setengah dari setiap 1.000 warga terjangkit malaria. Ini menjadi pekerjaan besar yang harus kita selesaikan bersama,” katanya.

Yenice menekankan pentingnya penguatan kapasitas teknis petugas Puskesmas, khususnya dalam hal identifikasi nyamuk malaria dan pengendalian vektor berbasis data lapangan. Menurutnya, keberhasilan intervensi di lapangan sangat bergantung pada pemahaman yang kuat terhadap entomologi medis.

“Kita menargetkan angka eliminasi malaria sebesar 1 kasus per 1.000 penduduk pada tahun 2030 sesuai arahan Kementerian Kesehatan RI. Maka, pelatihan seperti ini menjadi sangat strategis,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk dukungan dari NGO Global Fund yang memfasilitasi terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Saya berharap para peserta mengikuti pelatihan ini dengan serius, aktif berdiskusi dan bertukar pengalaman agar dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan di tempat tugas masing-masing,” tutup Yenice. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jarak Pandang Menurun, Polres Mimika Minta Pengendara Lebih Hati-hati

13 Oktober 2026 - 11:42 WIB

IMG 20261013 WA0049

Dua Terduga Pelaku Pembunuhan Warga Dekai Disergap, Polisi Sita Amunisi dan Senjata Tajam

13 Oktober 2026 - 11:36 WIB

IMG 20261013 WA0048

DPRK Mimika Perkuat Pemahaman Masyarakat soal Perlindungan UMKM OAP

13 Oktober 2026 - 11:24 WIB

IMG 20261013 WA0044

Kabut Asap Tebal Mulai Masuk Rumah Warga, Aktivitas Pagi di Tengah Ancaman Gangguan Kesehatan

13 Oktober 2026 - 11:21 WIB

IMG 20261013 WA0042

Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah

13 Oktober 2026 - 10:50 WIB

IMG 20261013 WA0429
Trending di Headline