Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete

Headline

Eks Kapolsek Mulia Tewas Ditembak, Polisi Selidiki Jejak KKB di Puncak Jaya

adminbadge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

PUNCAK JAYA – Aksi kekerasan kembali mengguncang wilayah Papua Tengah. Seorang mantan perwira polisi, Iptu (Purn) Djamal Renhoat (62), tewas setelah diduga ditembak oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di kediamannya yang juga berfungsi sebagai kios, di Kampung Wuyukwi, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Senin malam, 7 April 2025.

Kapolres Puncak Jaya, AKBP Kuswara, mengonfirmasi peristiwa tragis tersebut. Ia menyebut korban mengalami luka tembak fatal di bagian wajah, dengan peluru yang menembus hingga ke leher.

“Benar, telah terjadi penembakan oleh KKB yang menyebabkan Iptu (Purn) Djamal Renhoat meninggal dunia di tempat,” ujar AKBP Kuswara saat dihubungi di Jayapura.

Proses Identifikasi Pelaku Masih Berlangsung

Hingga kini, aparat kepolisian masih mendalami dan mengidentifikasi pelaku serta kelompok KKB yang bertanggung jawab atas aksi penembakan tersebut. Jenazah korban telah dibawa ke RSUD Mulia untuk proses lebih lanjut.

“Kami masih menyelidiki kelompok mana yang terlibat. Sementara, belum ada keputusan apakah jenazah akan dimakamkan di Mulia atau dipulangkan ke kampung halamannya,” jelas Kuswara.

Keamanan Dijaga Ketat

Meski situasi di Kabupaten Puncak Jaya dilaporkan relatif kondusif pasca kejadian, pihak kepolisian tetap meningkatkan kewaspadaan. Hal ini juga berkaitan dengan potensi ketegangan politik di daerah tersebut akibat sengketa Pilkada.

“Anggota kami tetap disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan konflik antara kelompok pendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati,” tambah Kapolres.

Pihak berwenang menegaskan komitmennya untuk menindak tegas pelaku kekerasan bersenjata yang meresahkan masyarakat dan mengganggu stabilitas keamanan di Papua Tengah.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Di Nabire, Panitia Reuni Sahabat 06 Se‑Papua Tengah Resmi Dikukuhkan

19 Juni 2026 - 09:49 WIB

IMG 20260619 WA0072

Pemkab Mimika Perkuat Sistem Perizinan Tenaga Kesehatan Lewat Sinkronisasi Data SIP dan Satu Sehat

19 Juni 2026 - 09:41 WIB

IMG 20260619 WA0071

GPDP Klasis Mimika Gelar Sidang Klasis VI, Tegaskan Gereja Harus Tangguh, Profesional, dan Relevan di Tanah Papua

19 Juni 2026 - 09:37 WIB

IMG 20260619 WA0069

Dinsos Deiyai Gelar Musyawarah Desa, Perkuat Verifikasi dan Validasi Data Kesejahteraan Sosial

19 Juni 2026 - 09:29 WIB

IMG 20260618 WA0023

Dinsos Deiyai Salurkan 1.000 Selimut dan Kelambu untuk Kelompok Rentan Melalui Dana Otsus

19 Juni 2026 - 09:26 WIB

IMG 20260619 WA0025
Trending di Headline