TIMIKA – Sebanyak 211 warga Kelurahan Pasar Sentral, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menerima bantuan pangan dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika. Bantuan tersebut diberikan kepada masyarakat yang dinilai membutuhkan, khususnya warga kurang mampu, janda, duda, serta masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan dan kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kepala Kelurahan Pasar Sentral, Leni Tonglo, S.STP., M.Si., mengatakan bantuan yang disalurkan terdiri dari beras sebanyak 10 kilogram, gula pasir merek Gulaku, minyak goreng Bimoli, serta telur sebanyak setengah rak untuk setiap penerima.
Leni menjelaskan, penyaluran bantuan mulai dilakukan pada Selasa. Sebelumnya, bantuan tiba pada Senin sore, kemudian informasi mengenai nama-nama penerima disampaikan kepada masing-masing ketua RT untuk selanjutnya dibagikan kepada warga yang telah terdata.
“Kelurahan Pasar Sentral mendapat kuota sebanyak 211 penerima bantuan. Bantuan yang disalurkan berupa beras 10 kilogram, gula, minyak goreng Bimoli, dan telur setengah rak,” jelas Leni saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Jumat (6/11/2026).
Terkait pendataan penerima, Leni mengungkapkan bahwa data awal 211 penerima merupakan data dari kepemimpinan lurah sebelumnya. Namun, pihak kelurahan melakukan pengecekan dan verifikasi kembali untuk memastikan kondisi penerima masih sesuai dengan kriteria yang ditetapkan atau tidak.
Verifikasi dilakukan dengan memeriksa kemungkinan adanya penerima yang telah meninggal dunia, pindah domisili dari Kelurahan Pasar Sentral, maupun warga yang kondisi ekonominya sudah tergolong mampu.
Apabila ditemukan nama yang tidak lagi memenuhi kriteria, pihak kelurahan melakukan penggantian dengan warga lain yang dinilai lebih membutuhkan berdasarkan kondisi dan data terbaru di lapangan.
Mengenai pemerataan bantuan, Leni mengakui bahwa jumlah penerima masih sangat terbatas dibandingkan dengan jumlah penduduk di Kelurahan Pasar Sentral.
Menurutnya, Kelurahan Pasar Sentral memiliki jumlah penduduk sekitar 17.190 jiwa dengan lebih dari 3.000 hingga hampir 4.000 kepala keluarga (KK). Sementara itu, kuota bantuan yang tersedia hanya untuk 211 penerima.
“Kalau dibilang merata, pasti tidak merata karena jumlah penduduk kami saja 17.190 jiwa, dengan jumlah KK 3.000 lebih, hampir 4.000. Sedangkan bantuan hanya untuk 211 penerima,” ungkapnya.
Meski demikian, ia memastikan bahwa penyaluran bantuan telah diupayakan tepat sasaran. Pihak kelurahan melakukan verifikasi dokumen berupa Kartu Keluarga (KK) dan KTP untuk memastikan kondisi penerima sesuai dengan kriteria, serta melengkapi proses penyaluran dengan dokumentasi foto.
Leni menegaskan, prioritas bantuan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Sebab, menurutnya, tidak semua warga yang tidak bekerja otomatis masuk dalam kategori kurang mampu. Ada warga yang masih memiliki usaha atau sumber penghasilan lain sehingga mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Kondisi tersebut, kata dia, menjadi salah satu pertimbangan kelurahan dalam menentukan warga yang harus diprioritaskan sebagai penerima bantuan. Ia juga mengakui bahwa keterbatasan kuota terkadang menimbulkan keluhan dari masyarakat yang belum mendapatkan bantuan.
“Memang kami di kelurahan kadang dilema, karena harus melihat mana warga yang benar-benar membutuhkan dan mana yang memang tidak bekerja, tetapi masih mampu menghidupi kehidupan sehari-harinya. Karena itu, kami prioritaskan warga yang betul-betul membutuhkan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Leni berharap program bantuan pangan dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang membutuhkan bisa terbantu dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Ia juga berharap ke depan pendataan penerima dapat terus diperbaiki agar proses penyaluran bantuan berlangsung secara transparan, merata, dan tepat sasaran.
“Harapan saya, melalui program bantuan ini, khususnya masyarakat Kelurahan Pasar Sentral yang membutuhkan dapat terbantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Walaupun bantuannya sedikit, kita tetap bersyukur karena bisa membantu kehidupan masyarakat. Saya juga berharap program ini terus berlanjut dengan pendataan yang baik sehingga penyalurannya semakin transparan dan tepat sasaran,” tutup Leni. (Cr3)







