TIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa Sekolah Dasar (SD) menyusul kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Merauke, Papua Selatan. Kebijakan tersebut mulai diterapkan sejak 12 Oktober 2026.
Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Dinas Kesehatan, Marselino Mameyau, mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak selama PJJ berlangsung. Ia menegaskan, kebijakan belajar dari rumah bertujuan melindungi anak-anak dari paparan kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan.
Karena itu, orang tua diminta memastikan anak-anak tetap berada di dalam rumah dan tidak memanfaatkan waktu belajar dari rumah untuk bermain di luar ruangan.
Marselino mengatakan, anak-anak merupakan kelompok rentan yang berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap, terlebih ketika kondisi udara semakin memburuk.
“Untuk orang tua, jangan lengah. Jangan biarkan anak-anak bermain di luar. Harus main dalam rumah saja karena hari ini kabut asap semakin tebal,” ujar Marselino saat diwawancarai pada Selasa (13/10/2026).
Selain mengawasi anak-anak, ia juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Warga diminta membatasi kegiatan di luar ruangan, terutama jika tidak memiliki kepentingan mendesak.
Marselino turut mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan keluhan kesehatan yang muncul akibat paparan kabut asap. Warga yang mengalami gangguan kesehatan diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. (Cr2)








