TIMIKA – Kabut asap tebal sisa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terlihat mulai masuk ke rumah-rumah warga. Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat, terutama karena kualitas udara pada pagi hari semakin memprihatinkan.
Seorang warga, Diana, mengeluhkan pekatnya kabut asap yang menyelimuti lingkungan tempat tinggalnya pada Selasa (13/10/2026) pagi. Bahkan, asap tersebut telah masuk hingga ke dalam rumahnya saat ia bersiap berangkat kerja.
“Asap pagi ini sangat tebal. Parahnya, kabut asap juga sampai masuk rumah,” keluh Diana.
Menurut Diana, kabut asap masuk ke dalam rumah melalui celah-celah angin yang terdapat pada dinding bangunan. Awalnya, ia tidak menyadari bahwa asap yang dilihatnya di dalam rumah merupakan kabut asap dari luar.
“Awalnya itu saya keluar dari kamar menuju ruang tamu. Nah, di situ saya lihat, kok ruangan ini seperti ada asap. Saya sampai keluar rumah untuk melihat, mungkin ada yang membakar sampah. Nah, di situ baru sadar kalau kabut asap sudah masuk dalam rumah,” tuturnya.
Melihat kondisi tersebut, Diana menilai kualitas udara pada pagi hari sudah sangat mengkhawatirkan dan tidak layak untuk dihirup dalam waktu lama. Ia pun berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menangani kabut asap yang semakin mengganggu aktivitas masyarakat.
Ia juga berharap ada upaya serius untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan yang menjadi sumber kabut asap, sehingga masyarakat dapat kembali menghirup udara bersih dan beraktivitas dengan aman.
Sementara itu, berdasarkan pantauan wartawan pada Selasa pagi, pekatnya kabut asap turut mengganggu jarak pandang pengguna jalan. Sejumlah pengendara sepeda motor maupun mobil terlihat menyalakan lampu kendaraan untuk membantu melihat kondisi jalan dan mengantisipasi risiko kecelakaan lalu lintas.
Tak hanya itu, sejumlah bangunan yang biasanya terlihat jelas dari kejauhan kini seolah menghilang karena tertutup lapisan kabut asap yang tebal.
Kondisi ini menambah kekhawatiran warga, terutama terhadap dampak kabut asap bagi kesehatan serta keselamatan pengguna jalan. Masyarakat berharap pemerintah segera melakukan penanganan agar kabut asap tidak semakin parah dan aktivitas warga dapat kembali berjalan normal. (IT)








