TIMIKA – Kabupaten Mimika ditargetkan mencapai eliminasi malaria pada 2030. Upaya mewujudkan target itu, penguatan pencegahan dan keterlibatan masyarakat dinilai menjadi kunci utama.
Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Marselino Mameyau, mengatakan upaya pengendalian malaria tidak cukup hanya berfokus pada pengobatan pasien yang telah terinfeksi. Langkah pencegahan harus dilakukan lebih awal agar risiko penularan dapat ditekan.
Menurut Marselino, upaya tersebut perlu didukung edukasi yang berkesinambungan, pencegahan gigitan nyamuk, pemeriksaan dini, pengobatan sesuai ketentuan, serta partisipasi aktif masyarakat.
“Informasi yang konsisten sangat penting agar pencegahan tidak hanya menjadi respons sesaat ketika kasus meningkat, tetapi menjadi kebiasaan bersama,” ujar Marselino saat diwawancarai.
Ia menjelaskan, pemahaman masyarakat mengenai malaria perlu terus diperkuat, terutama terkait langkah perlindungan diri, kebersihan lingkungan, hingga pemeriksaan apabila mengalami tanda-tanda penyakit. Pasien yang terdiagnosis juga harus menuntaskan pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Untuk mendukung upaya tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika akan memperluas komunikasi risiko dan edukasi melalui berbagai saluran, mulai dari fasilitas pelayanan kesehatan, kader, sekolah, komunitas, tempat kerja, media, hingga ruang publik.
Marselino menyebut malaria menjadi salah satu persoalan kesehatan yang membutuhkan perhatian dalam waktu dekat. Selain malaria, kabut asap, stunting, dan tuberkulosis juga masuk dalam daftar isu yang perlu ditangani secara serius.
Besarnya tantangan pengendalian malaria di Mimika, menuntut penanganan yang lebih terarah, terkoordinasi, dan berkelanjutan. Ia menilai, koordinasi ant bidang perlu dibenahi agar setiap unsur di lingkungan Dinas Kesehatan dapat menjalankan perannya secara optimal dan bergerak menuju sasaran yang sama.
“Saya harus perbaiki dulu. Saya kembalikan roh Dinas Kesehatan dulu. Setelah itu baru saya bergerak keluar,” katanya.
Lebih lanjut, Marselino menegaskan bahwa target eliminasi malaria pada 2030 tidak mungkin tercapai hanya melalui kerja pemerintah atau tenaga kesehatan. Dukungan lintas sektor sangat diperlukan untuk memastikan upaya pencegahan berjalan secara konsisten.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil bagian dalam upaya mewujudkan Mimika bebas malaria.
“Mari satukan langkah dan buktikan bahwa Mimika bisa bebas malaria. Keberhasilan itu bukan karena saya, tetapi karena kita bekerja bersama dan dibantu oleh masyarakat Mimika,” pungkasnya. (Cr2)







