DEIYAI — Pemerintah Kabupaten Deiyai terus mendorong peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal, khususnya para tukang bangunan, melalui pemberian bantuan peralatan kerja.
Bantuan tersebut disalurkan melalui Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Deiyai kepada para tukang lokal dalam rangka mendukung peningkatan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja.

Kegiatan penyerahan bantuan dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian Setda Kabupaten Deiyai, Kepala Bagian Perekonomian Daerah, Kepala Bagian SDM Setda Deiyai, Sekretaris Dinas Tenaga Kerja, para kepala bidang, kepala seksi, serta staf Dinas Tenaga Kerja.
Dalam penyampaiannya, pemerintah menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap potensi tenaga kerja lokal yang selama ini telah berkontribusi dalam pembangunan di Kabupaten Deiyai.
Para tukang lokal dinilai memiliki kemampuan yang cukup baik dalam mengerjakan berbagai pekerjaan konstruksi. Bahkan, sejumlah bangunan rumah masyarakat di wilayah Deiyai merupakan hasil kerja tenaga tukang lokal.
“Banyak rumah di daerah ini yang bagus. Itu merupakan hasil kerja keras para tukang lokal. Karena itu, kemampuan mereka harus terus dikembangkan,” ujar perwakilan pemerintah dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, peningkatan kompetensi menjadi penting agar tenaga tukang lokal tidak hanya bekerja pada pembangunan rumah masyarakat, tetapi juga memiliki peluang untuk terlibat dalam berbagai pekerjaan konstruksi pemerintah.
Pemerintah juga mendorong agar tenaga kerja lokal diberi ruang dan kesempatan dalam pelaksanaan pembangunan di daerah.
“Potensi dan kemampuan mereka harus dikembangkan dan diberdayakan melalui pekerjaan-pekerjaan konstruksi pemerintah maupun pekerjaan masyarakat,” katanya.
21 Jenis Peralatan
Dalam program tersebut, setiap penerima memperoleh bantuan sebanyak 21 jenis peralatan kerja untuk menunjang aktivitas mereka sebagai tukang.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada lima orang penerima. Sementara penerima lainnya akan menerima atau mengambil bantuan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan oleh Dinas Tenaga Kerja.

Selain peralatan kerja, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap aspek keselamatan kerja dengan menyiapkan perlengkapan keselamatan bagi para penerima.
Pemerintah berharap seluruh bantuan tersebut digunakan secara produktif untuk meningkatkan kualitas pekerjaan, bukan sekadar menjadi bantuan yang disimpan tanpa dimanfaatkan.
Tukang Diingatkan Pentingnya BPJS Ketenagakerjaan
Pada kesempatan yang sama, para tukang juga diimbau untuk mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Imbauan tersebut disampaikan mengingat pekerjaan tukang memiliki risiko kecelakaan kerja. Hal serupa juga berlaku bagi pekerja seperti sopir dan pengemudi ojek.
“Pekerjaan tukang memiliki risiko kecelakaan. Karena itu, kami berharap semua tukang dapat mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.
Dengan menjadi peserta, pekerja dapat memperoleh perlindungan sesuai program dan ketentuan BPJS Ketenagakerjaan apabila mengalami risiko kecelakaan kerja maupun meninggal dunia.
Dinas Tenaga Kerja juga menyebutkan bahwa pelayanan terkait BPJS Ketenagakerjaan telah dilakukan kepada masyarakat, termasuk dalam membantu proses pengurusan klaim.
Pemerintah Kabupaten Deiyai berharap program tersebut dapat menjadi langkah nyata dalam memperkuat tenaga kerja lokal, meningkatkan kualitas pekerjaan konstruksi, sekaligus memberikan perlindungan bagi pekerja di daerah.
“Kiranya Tuhan memberkati kita dalam mengembangkan tenaga kerja di Kabupaten Deiyai,” pungkasnya. (SK)







