Menu ✖

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri TNI AD dan DPD RI Turun Tangan Atasi Masalah Infrastruktur Daerah Komite IV DPD RI Rampungkan Uji Kelayakan 23 Calon Anggota BPK RI DPD RI Dorong Diplomasi Parlemen Perkuat Kepentingan Daerah di ASEAN

Headline

BPBD Mimika Waspadai Dampak Perubahan Cuaca dan Potensi Banjir

Etty Welerbadge-check


					BPBD Mimika Waspadai Dampak Perubahan Cuaca dan Potensi Banjir Perbesar

TIMIKA – Pemkab Mimika melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika meningkatkan pemantauan terhadap kondisi udara dan potensi bencana di tengah perubahan cuaca yang terjadi akhir-akhir ini.

Plh. Kepala BPBD Mimika, Fransiskus Bokeyau, mengatakan pemantauan dilakukan oleh tenaga teknis untuk melihat perkembangan kondisi wilayah Mimika secara menyeluruh, mulai dari kawasan pegunungan hingga pesisir, serta wilayah timur dan barat.

Fransiskus juga meninjau langsung Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Penanggulangan Bencana di kawasan SP 2. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan peralatan, sistem pengendalian, dan tenaga teknis dalam memantau perkembangan situasi.

“Kita mau pastikan. Kalau memang Mimika dalam kondisi seperti ini, upaya yang harus kita lakukan minimal tidak mengendalikan, tapi ikut memantau perkembangan situasi. Ini kan bukan kejadian atas ulah manusia, tapi mungkin peristiwa alam,” kata Fransiskus, Rabu (7/10/2026).

Terkait kondisi udara, Fransiskus mengatakan BPBD akan berkoordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk Dinas Kesehatan, untuk mengetahui dampaknya terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat.

Menurutnya, pembagian masker yang telah dilakukan sejumlah OPD menjadi salah satu langkah awal bagi masyarakat dalam menghadapi kondisi udara saat ini.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir ketika hujan turun. Kondisi tanah yang sebelumnya mengalami kemarau panjang dinilai dapat memengaruhi kemampuan tanah dalam menyerap air sehingga meningkatkan risiko terjadinya genangan.

Fransiskus mengimbau masyarakat untuk turut menjaga kebersihan saluran air di lingkungan masing-masing.

“Masyarakat harus melihat saluran-saluran air yang saat ini ada sampah, minimal diangkat dan dibersihkan sehingga ketika terjadi hujan, air bisa mengalir ke saluran,” ucapnya. (Cr2)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkab Mimika Perkuat GERMAS Melalui Sinergi Lintas Sektor 

7 Oktober 2026 - 14:43 WIB

IMG 20261007 WA0091

BLK UMKM Amungme-Kamoro Mulai Dibangun, Pemkab Mimika Dorong Kemandirian Ekonomi OAP

7 Oktober 2026 - 14:35 WIB

IMG 20261007 233428

Bupati Deiyai Perkuat Satgas Hadapi Kemarau dan Ancaman Kebakaran

7 Oktober 2026 - 14:07 WIB

IMG 20261007 WA0081

Tukang Lokal di Deiyai Terima Bantuan Peralatan, Pemerintah Dorong Kompetensi dan Perlindungan Kerja

7 Oktober 2026 - 14:01 WIB

IMG 20261007 225907

Keluarga Terima Kematian MI, Proses Visum Tak Dilanjutkan

7 Oktober 2026 - 13:54 WIB

IMG 20261006 WA0062
Trending di Headline