Menu ✖

Mode Gelap
Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri TNI AD dan DPD RI Turun Tangan Atasi Masalah Infrastruktur Daerah Komite IV DPD RI Rampungkan Uji Kelayakan 23 Calon Anggota BPK RI DPD RI Dorong Diplomasi Parlemen Perkuat Kepentingan Daerah di ASEAN Staff Ahli DPD RI Papua Tengah Dorong Anak Muda Kreatif di Era Digital Program Sekolah Sepanjang Hari Gagasan Meki Nawipa Resmi Diluncurkan di Puncak Jaya

Headline

Dua SPPG Baru Beroperasi di Mimika, Pemkab Dorong Pangan Lokal dan Keamanan Gizi

Etty Welerbadge-check


					Dua SPPG Baru Beroperasi di Mimika, Pemkab Dorong Pangan Lokal dan Keamanan Gizi Perbesar

TIMIKA — Dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika mulai beroperasi untuk memperluas akses masyarakat terhadap makanan bergizi sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting.

Kedua SPPG tersebut yakni SPPG Mimika Wania Mowokauw Jaya 2 dan SPPG Perintis Mimika Baru 002 yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso, Timika, Papua Tengah. Peresmian dilaksanakan Jumat (2/10/2026).

Peresmian dilakukan Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Fransiskus Bokeyau, didampingi Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Papua, Djimmy Yomaiwi Douw.

Dalam sambutan Bupati Mimika yang dibacakan Fransiskus, pemerintah daerah menekankan pentingnya pemenuhan gizi yang aman, seimbang, dan berkelanjutan untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Menurutnya, anak yang mendapatkan asupan gizi cukup memiliki kesempatan lebih besar untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, sehingga menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang cerdas, produktif, berdaya saing, dan berkualitas.

Pemkab Mimika juga memastikan dukungan terhadap keberlanjutan program SPPG, termasuk aspek keamanan, kenyamanan, serta pengawasan dalam proses penyelenggaraannya.

Sementara itu, Kepala KPPG Papua, Djimmy Yomaiwi Douw, mengatakan pelaksanaan program pemenuhan gizi di Papua perlu menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masyarakat, termasuk anak-anak di wilayah kampung yang masih membutuhkan intervensi gizi.

Ia juga menyebut program makanan bergizi dapat memberikan dampak lain, salah satunya mendorong kehadiran anak di sekolah.

Douw mendorong pengelola SPPG melibatkan masyarakat dan pelaku usaha lokal dalam penyediaan bahan pangan.

“Kalau bahan lokal bisa dipasok dari masyarakat sekitar, program gizi sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, kualitas dan keamanan bahan pangan harus menjadi perhatian utama, termasuk melalui pengawasan rantai pasok dari penyedia hingga bahan tersebut diterima penerima manfaat.

“Suplai harus dijaga. Kalau terjadi kejadian luar biasa, yang akan menghadapi persoalan bukan hanya penyelenggara, tetapi juga pemerintah. Karena itu, kualitas dan keamanan bahan pangan harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Dengan beroperasinya dua SPPG baru tersebut, pemerintah berharap pelayanan pemenuhan gizi di Mimika semakin luas dan konsisten, sekaligus membuka peluang bagi masyarakat lokal untuk terlibat dalam rantai pasok pangan program tersebut. (Cr2)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polda Papua Tengah Musnahkan 4,7 Gram Sabu Hasil Ungkapan Jaringan Nabire

2 Oktober 2026 - 11:53 WIB

IMG 20261002 WA0011

Pertemuan Perdana DWP Disnaker Deiyai, Yulince Giyai Kotouki Ajak Anggota Perkuat Kebersamaan

2 Oktober 2026 - 11:46 WIB

IMG 20261002 WA0006

Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri

2 Oktober 2026 - 10:00 WIB

1001666875.jpg

FKDM Didorong Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kamtibmas di Mimika

1 Oktober 2026 - 13:40 WIB

IMG 20261001 WA0067

BPBD Mimika Imbau Warga Tidak Menggunakan Air Hujan Selama Pembenihan Awan

1 Oktober 2026 - 13:34 WIB

IMG 20261001 WA0065
Trending di Headline