TIMIKA — Dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika mulai beroperasi untuk memperluas akses masyarakat terhadap makanan bergizi sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting.
Kedua SPPG tersebut yakni SPPG Mimika Wania Mowokauw Jaya 2 dan SPPG Perintis Mimika Baru 002 yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso, Timika, Papua Tengah. Peresmian dilaksanakan Jumat (2/10/2026).
Peresmian dilakukan Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Fransiskus Bokeyau, didampingi Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Papua, Djimmy Yomaiwi Douw.
Dalam sambutan Bupati Mimika yang dibacakan Fransiskus, pemerintah daerah menekankan pentingnya pemenuhan gizi yang aman, seimbang, dan berkelanjutan untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Menurutnya, anak yang mendapatkan asupan gizi cukup memiliki kesempatan lebih besar untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, sehingga menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang cerdas, produktif, berdaya saing, dan berkualitas.
Pemkab Mimika juga memastikan dukungan terhadap keberlanjutan program SPPG, termasuk aspek keamanan, kenyamanan, serta pengawasan dalam proses penyelenggaraannya.
Sementara itu, Kepala KPPG Papua, Djimmy Yomaiwi Douw, mengatakan pelaksanaan program pemenuhan gizi di Papua perlu menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masyarakat, termasuk anak-anak di wilayah kampung yang masih membutuhkan intervensi gizi.
Ia juga menyebut program makanan bergizi dapat memberikan dampak lain, salah satunya mendorong kehadiran anak di sekolah.
Douw mendorong pengelola SPPG melibatkan masyarakat dan pelaku usaha lokal dalam penyediaan bahan pangan.
“Kalau bahan lokal bisa dipasok dari masyarakat sekitar, program gizi sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, kualitas dan keamanan bahan pangan harus menjadi perhatian utama, termasuk melalui pengawasan rantai pasok dari penyedia hingga bahan tersebut diterima penerima manfaat.
“Suplai harus dijaga. Kalau terjadi kejadian luar biasa, yang akan menghadapi persoalan bukan hanya penyelenggara, tetapi juga pemerintah. Karena itu, kualitas dan keamanan bahan pangan harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Dengan beroperasinya dua SPPG baru tersebut, pemerintah berharap pelayanan pemenuhan gizi di Mimika semakin luas dan konsisten, sekaligus membuka peluang bagi masyarakat lokal untuk terlibat dalam rantai pasok pangan program tersebut. (Cr2)







