TIMIKA — Pelayanan kesehatan bagi lanjut usia (lansia) di Kabupaten Mimika hingga semester pertama 2026 masih menghadapi tantangan serius. Dari 22.120 lansia yang menjadi sasaran pelayanan, baru 4.883 orang atau sekitar 22 persen yang telah mendapatkan pelayanan kesehatan.
Capaian tersebut mendorong Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika memperkuat upaya penjaringan dan pemantauan lansia, terutama mereka yang masuk kelompok risiko tinggi atau Lansia RISTI.
Penguatan program tersebut dilakukan melalui sosialisasi Kerja Sama Operasional (KSO) Penjaringan dan Pemantauan Lansia RISTI bersama lintas sektor yang melibatkan 10 puskesmas di wilayah kota, Rabu (9/9/2026).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Godfried Maturbongs, mengatakan rendahnya capaian pelayanan hingga Juni 2026 menjadi sinyal bahwa diperlukan kerja bersama agar pelayanan kesehatan benar-benar menjangkau lansia yang membutuhkan.
Menurutnya, pelayanan lansia tidak bisa hanya mengandalkan tenaga kesehatan. Peran keluarga, masyarakat, pemerintah dan berbagai sektor terkait sangat dibutuhkan, terlebih bagi lansia yang memiliki risiko kesehatan tinggi dan membutuhkan pendampingan secara berkelanjutan.
“Kita punya tugas, kita punya tanggung jawab terhadap warga Mimika, termasuk lansia. Ini bukan urusan yang hanya sebatas kalimat, tetapi ini menyangkut kemanusiaan,” ujar Godfried.
Ia menegaskan, perhatian terhadap lansia merupakan bagian dari tanggung jawab kemanusiaan sekaligus penghormatan terhadap perjalanan hidup seseorang. Memasuki usia lanjut, seseorang membutuhkan perhatian, pendampingan dan perlindungan yang lebih besar.
Godfried mengibaratkan fase kehidupan manusia yang pada masa lanjut usia kembali membutuhkan dukungan seperti ketika seseorang masih berada pada usia anak-anak.
Karena itu, ia meminta jajaran puskesmas memperkuat program pelayanan lansia, tidak hanya dalam pengobatan, tetapi juga melalui deteksi dini, penjaringan dan pemantauan kesehatan secara berkala.
Kelompok lansia RISTI, kata dia, perlu menjadi perhatian khusus karena membutuhkan pemantauan lebih intensif untuk mencegah kondisi kesehatan memburuk dan memastikan mereka mendapatkan penanganan sedini mungkin.
Godfried juga berharap sosialisasi yang dilakukan tidak berhenti pada pemahaman materi. Para peserta diminta menerapkan pengetahuan dan strategi yang diperoleh di wilayah kerja masing-masing sehingga berdampak langsung terhadap peningkatan cakupan pelayanan lansia di Kabupaten Mimika.
Ia menilai keberhasilan program tersebut tidak hanya diukur dari angka capaian, tetapi juga dari sejauh mana pemerintah dan masyarakat mampu memastikan para lansia tetap mendapatkan perhatian dan pelayanan yang layak.
“Kita punya anak-anak nanti yang akan memperlakukan kita seperti kita memperlakukan orang tua kita yang saat ini masih bersama kita,” pungkasnya. (Cr2)







