TIMIKA — Satuan Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polres Mimika menyatakan hingga saat ini tidak menemukan adanya indikasi illegal fishing di wilayah perairan Poumako dan sekitarnya.
Namun, polisi masih menerima sejumlah laporan terkait aksi pembajakan terhadap nelayan-nelayan lokal yang beraktivitas di wilayah tersebut, khususnya di sekitar muara Poumako.
Kasat Polairud Polres Mimika, Iptu Kristianus Psakor, SH, mengatakan pihaknya sejauh ini belum menemukan adanya kasus illegal fishing di perairan Poumako.
“Sampai saat ini tidak ada. Cuma kadang ada beberapa kejadian terkait dengan nelayan-nelayan kita yang kecil. Warga ini, masyarakat yang di bawah ini kadang membajak mereka yang nelayan-nelayan kecil,” ujar Iptu Kristianus, Selasa (8/9/2026).
Menurutnya, ketika mendapat laporan mengenai aksi pembajakan, pihak kepolisian langsung melakukan respon dan pengejaran terhadap pelaku. Namun, dalam beberapa kejadian, para pelaku berhasil melarikan diri dengan masuk ke alur sungai.
“Saat kita respon mereka sudah hilang, sudah masuk kali, dan mereka menghindar dari kejaran kita, polisi,” katanya.
Iptu Kristianus menjelaskan, berdasarkan sejumlah laporan yang diterima, aksi pembajakan tersebut sasaran mereka adalah nelayan lokal yang jumlah awaknya relatif sedikit.
“Dari beberapa laporan ini masih kapal-kapal kecil, nelayan-nelayan lokal yang bisa mereka hadangi. Mungkin tiga orang yang bisa mereka hadangi di muara Poumako,” jelasnya.
Ia menambahkan, aksi tersebut sejauh ini tidak menyasar kapal-kapal besar. Menurutnya, kapal besar biasanya memiliki jumlah awak yang cukup banyak sehingga sulit bagi pelaku untuk melakukan aksi pembajakan.
“Kalau kapal besar sih mungkin tidak, karena di dalam kapal itu kurang lebih sampai 30–40 orang. Nah, yang mereka bajak ini kan mereka berpikir juga, lawan mereka ini kan banyak,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Kristianus menyebut para pelaku yang dilaporkan melakukan pembajakan bukan merupakan kelompok terorganisasi, melainkan dilakukan secara individu.
“Nah, ini mereka individu,” tegasnya.
Untuk menindaklanjuti kejadian tersebut, Polairud Polres Mimika telah berkoordinasi dengan kepala kampung setempat. Polisi juga telah mengantongi sejumlah data warga yang diduga terlibat dalam aksi pembajakan tersebut.
“Seperti kejadian kemarin, sudah kami koordinasi ke kepala kampung. Sudah ada beberapa data warga yang melakukan itu sudah kita kantongi. Tinggal tunggu waktunya untuk kita ambil yang bersangkutan,” pungkas Kristianus.
Polairud Polres Mimika mengimbau masyarakat, khususnya nelayan lokal yang beraktivitas di perairan Poumako dan sekitarnya, untuk tetap berhati-hati serta segera melaporkan kepada aparat apabila mengalami atau mengetahui adanya aksi pembajakan maupun gangguan keamanan di wilayah perairan. (IT)






