DOGIYAI — Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa, S.H. melakukan kunjungan kerja perdana ke Kabupaten Dogiyai, Senin (7/9/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum pemerintah provinsi melihat langsung kondisi masyarakat sekaligus menyerap berbagai kebutuhan pembangunan di daerah tersebut.
Rombongan Gubernur tiba di Bandara Udara Moanemani sekitar pukul 09.15 WIT. Kunjungan turut diikuti Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., Danrem 173/PVB Brigjen TNI Vivin Alivianto, Kabinda Papua Brigjen TNI Dedi Hardono, Ketua DPRP Papua Tengah Delius Tabuni, Ketua MRP Papua Tengah Agustinus Anggaibak serta sejumlah pejabat utama Polda Papua Tengah.
Kehadiran Gubernur disambut masyarakat dan jajaran Forkopimda Kabupaten Dogiyai.
Dalam kunjungan tersebut, sektor pendidikan menjadi salah satu perhatian utama pemerintah provinsi. Gubernur bersama rombongan kemudian bergerak menuju Kampung Diyoudimi, perbatasan Antara Distrik Mapia Tengah dan Induk.
Di lokasi tersebut, Gubernur meletakkan batu pertama pembangunan Asrama SMP YPPK St. Fransiskus Asisi Mapia sekitar pukul 12.18 WIT.
Bupati Dogiyai Yudas Tebai menyebut kunjungan perdana Gubernur Papua Tengah sebagai momentum bersejarah bagi masyarakat Dogiyai.
“Ini kunjungan pertama Bapak Gubernur ke Dogiyai. Kehadiran orang asli Mee di tengah kami membawa harapan baru untuk pembangunan,” ujar Yudas.
Meki mengatakan pemerintah provinsi ingin melihat secara langsung kondisi masyarakat dan kebutuhan pembangunan di Dogiyai.
“Kami ingin melihat langsung kondisi masyarakat. Kami akan dorong peningkatan kualitas pendidikan dan mendukung sarana prasarana yang jadi prioritas di Dogiyai,” kata Meki.
Setelah agenda di Mapia Tengah, rombongan melanjutkan perjalanan ke Kampung Bomomani, Distrik Mapia. Sekitar pukul 14.07 WIT, Gubernur meresmikan Asrama Teologi Micholzon Mapia.
Kunjungan kemudian dilanjutkan dengan dialog bersama masyarakat di Aula Kingmi Digikotu. Ratusan warga, tokoh adat, tokoh agama, pemuda dan mahasiswa menyampaikan berbagai aspirasi kepada pemerintah provinsi.
Aspirasi tersebut mencakup pembangunan jalan, pelayanan kesehatan, kekurangan guru, lapangan pekerjaan, infrastruktur, keamanan, tapal batas hingga pengembangan potensi ekonomi daerah.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyatakan sejumlah aspirasi tersebut akan ditindaklanjuti melalui program dan koordinasi lintas sektor.
Kunjungan perdana ini sekaligus menjadi momentum awal untuk memperkuat komunikasi antara Pemerintah Provinsi Papua Tengah dengan pemerintah daerah serta masyarakat Dogiyai. (MB)







