Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

Headline

Kapolres Mimika Bentuk Tim Terpadu, Putus Mata Rantai Balas Kekerasan

Etty Welerbadge-check


					Kapolres Mimika Bentuk Tim Terpadu, Putus Mata Rantai Balas Kekerasan Perbesar

TIMIKA – Polres Mimika bersama pemerintah daerah, DPRK akan membentuk tim terpadu untuk mencegah kekerasan yang berujung pada pembunuhan kembali berulang di Mimika.

Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak mengatakan tim tersebut tidak hanya bertugas menghentikan persoalan yang sedang terjadi, tetapi juga menjaga agar situasi tetap kondusif setelah konflik mereda.

“Yang terpenting setelah ini selesai, tidak boleh berhenti begitu saja. Ini harus terus dirawat dengan bagaimana membentuk paradigma baru, pemahaman, atau merubah mindset daripada masyarakat,” kata Kapolres Alredo Rumbiak usai pertemuan tertutup di Aula Serbaguna DPRK Mimika, Rabu (2/9/2026).

Menurutnya, selama pola pikir masyarakat masih menempatkan kekerasan sebagai sesuatu yang harus dibalas dengan kekerasan, persoalan serupa akan mudah kembali terjadi.

“Kalau selama mindset-nya berpikiran perang itu dibalasnya harus dibalas, itu enggak akan pernah bisa ubah,” ujarnya.

Ia mengatakan penghentian kekerasan saat ini belum cukup. Sebab, satu kejadian baru dapat kembali memicu pola pembalasan jika tidak ada upaya untuk mengubah cara pandang masyarakat.

“Mungkin saat ini sekarang berhenti, tapi kita enggak tahu besok ada kejadian, terulang lagi begitu terus, bakal saling balas,” katanya.

Karena itu, tim terpadu yang disiapkan akan menjadi wadah bersama untuk menangani sekaligus merawat situasi keamanan.

Tim tersebut akan melibatkan aparat keamanan, pemerintah daerah, DPRK Mimika, Komnas HAM, tokoh agama dan tokoh adat.

Kapolres Alredo Rumbiak menyebut pembentukan tim terpadu menjadi salah satu hal baru yang disepakati dalam pertemuan tersebut. Kesepakatan bersama juga akan diperkuat melalui tanda tangan seluruh pihak yang hadir.

Ia berharap langkah ini tidak hanya menyelesaikan persoalan keamanan yang sedang terjadi, tetapi menjadi awal perubahan dalam cara masyarakat menyelesaikan setiap persoalan tanpa kembali menggunakan kekerasan. (Cr1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lebih Dekat di Hari Pelanggan Nasional, Pertamina Patra Niaga Bagikan Semangat Senyum Pelanggan, Senyumku Juga di Timur Indonesia

4 September 2026 - 21:47 WIB

IMG 20260904 WA0146

Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031

4 September 2026 - 21:05 WIB

WhatsApp Image 2026 09 03 at 4.04.06 PM 1536x1023

Pemuda dan Masyarakat Adat SIMAPITOWA Cabut Papan Satgas PKH, Tanam Salib Merah dan Papan Adat di Siriwo-Dipa

4 September 2026 - 15:12 WIB

IMG 20260904 WA0056

Temu Alumni Binterbushi ke-5 Digelar di Timika, Jadi Ruang Perkuat Silaturahmi dan Kontribusi bagi Papua

4 September 2026 - 15:08 WIB

20260904

Inspektur Deiyai Bagikan Pakaian Dinas dan Atribut kepada Seluruh Pegawai Inspektorat

4 September 2026 - 13:57 WIB

IMG 20260904 WA0046
Trending di Headline