Menu ✖

Mode Gelap
Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026 Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri

Headline

Polres Mimika Belum Pastikan Pelaku Penembakan Konvoi Freeport di Mile 60

Etty Welerbadge-check


					Polres Mimika Belum Pastikan Pelaku Penembakan Konvoi Freeport di Mile 60 Perbesar

TIMIKA — Polres Mimika belum dapat memastikan kelompok yang bertanggung jawab atas penembakan dua bus karyawan PT Freeport Indonesia dan satu mobil boks kargo di Mile 60, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 08.05 WIT.

Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak mengatakan polisi masih mendalami insiden tersebut, termasuk memastikan kelompok yang melakukan penembakan terhadap tiga kendaraan dalam konvoi.

“Untuk pelaku, kami masih dalami. Belum bisa kita pastikan siapa pelakunya atau dari pihak mana yang melakukan, kelompok apa yang melakukan,” kata Kapolres Alredo Rumbiak, Rabu sore.

Kapolees memastikan adanya aksi penembakan berdasarkan temuan kerusakan pada kendaraan. Tiga kendaraan dilaporkan terkena tembakan, masing-masing dua bus dan satu mobil boks kargo.

“Ada bukti daripada bentuk bekas peluru pada mobil yang didapat, adanya penembakan ke mobil, bagian kaca dan pintu mobil,” ujarnya.

Meski kendaraan menjadi sasaran tembakan, ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Untuk korban jiwa, puji Tuhan tidak ada,” sebutnya.

Ia menjelaskan, penanganan terhadap aksi kekerasan bersenjata dengan eskalasi tinggi tidak hanya menjadi kewenangan Polres Mimika.

Menurutnya, penanganan terhadap kejahatan yang menggunakan senjata api dan bahan peledak dilakukan oleh unsur yang memiliki kemampuan khusus, termasuk Brimob yang tergabung dalam operasi keamanan di Papua.

Kapolres menyebut Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC), yang di dalamnya terdapat unsur penegakan hukum, intelijen dan Brimob, serta Satgas Habema, akan mengambil langkah penindakan apabila kelompok pelaku telah diketahui.

“Tim itulah yang akan melakukan operasi pengejaran atau mencari pelaku-pelakunya pada saat memang diketahui dari kelompok mana,” jelasnya.

Kapolres mengatakan luasnya wilayah hutan Papua menjadi tantangan tersendiri dalam pengamanan kawasan. Karena itu, kehadiran aparat di wilayah rawan dinilai penting untuk mempersempit peluang terjadinya aksi kekerasan.

“Adanya aparat bukan berarti kejahatan itu tidak akan mungkin terjadi. Pasti terjadi. Tapi minimal dengan adanya aparat di situ, dia tidak berkelanjutan, tidak sering, dan tidak lebih banyak memakan korban,” jelas Alredo Rumbiak.

Ia menegaskan, strategi pengamanan tidak hanya ditujukan untuk mencegah kejahatan, tetapi juga meminimalkan kesempatan bagi pelaku untuk melakukan serangan.

“Bagaimana kita memperkecil kesempatan itu,” tegasnya. (Cr1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Cegah Tawuran Anak-anak, Polisi Amankan Meriam Spiritus di Komplek Nawaripi Dalam

19 Oktober 2026 - 09:01 WIB

IMG 20261019 WA0028

DPMPTSP Mimika Bahas Pendelegasian Kewenangan Perizinan dan Strategi Investasi 2026

19 Oktober 2026 - 07:04 WIB

IMG 20261019 160308

Jadi Tuan Rumah Konferensi Kota Toleransi Ke-II Tingkat Nasional, Wabup Emanuel Kemong Minta Panitia Aktif dan Bertanggung Jawab 

19 Oktober 2026 - 07:00 WIB

IMG 20261019 WA0020

Kapolda Papua Tengah Turun Atur Lalu Lintas, Lanjut Pesan Pelajar Nabire Jauhi Narkoba dan Bullying

19 Oktober 2026 - 06:50 WIB

IMG 20261019 154245

Meki Nawipa Tekankan Disiplin ASN dan Percepatan Penyerapan Anggaran Papua Tengah

19 Oktober 2026 - 06:19 WIB

IMG 20261019 WA0010
Trending di Headline