Menu

Mode Gelap
Pigai Tegaskan 10 Persen Saham Freeport Harus untuk Papua Tengah Gubernur Meki Nawipa Siapkan Coffee Morning Bersama Wartawan di Nabire Ketua Komite III DPD RI Minta Pemerintah Beri Perhatian Lebih kepada Dosen PTS di Wilayah 3T Sekjen DPD RI Dorong Budaya Evaluasi untuk Perkuat Kinerja Birokrasi HUT ke-4 Papua Tengah Jadi Titik Awal Program BANGKIT untuk Generasi Sehat Papua DPD RI Perkuat Budaya Pelayanan Publik Melalui Data Akurat dan SDM Profesional

Headline

Musa Boma Serahkan Pernyataan Sikap Rakyat SIMAPITOWA kepada Menteri HAM

Etty Welerbadge-check


					Musa Boma Serahkan Pernyataan Sikap Rakyat SIMAPITOWA kepada Menteri HAM Perbesar

NABIRE — Penanggung jawab Front Peduli Manusia dan Alam Meepago Wilayah SIMAPITOWA Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Musa Boma Mapiha 777, menyerahkan pernyataan sikap rakyat SIMAPITOWA kepada Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia Natalius Pigai.

Pernyataan sikap tersebut diserahkan secara langsung kepada Menteri HAM usai aksi demonstrasi damai yang dilakukan Front Peduli Manusia dan Alam Meepago Wilayah SIMAPITOWA pada 10 Agustus 2026. Aksi tersebut berlangsung dengan sasaran Kantor DPR Papua Tengah.

Musa mengatakan, aksi damai tersebut dilakukan untuk menyampaikan penolakan masyarakat terhadap pemasangan papan nama atau senplat oleh Satgas PKH di wilayah KM 95 dan KM 102 yang, menurut masyarakat, dilakukan tanpa koordinasi dengan Kepala Dusun Siriwo, Tobias Tagi.

Menurut Musa, masyarakat mempertanyakan klaim penguasaan wilayah dengan luasan sekitar 195.885 hektare tersebut. Ia menyebut masyarakat Mapia yang terdiri dari 11 distrik bersama masyarakat di wilayah Meepago menyatakan penolakan terhadap langkah tersebut.

“Karena itu, kami menyerahkan pernyataan sikap rakyat SIMAPITOWA kepada Bapak Menteri HAM agar persoalan ini dapat menjadi perhatian dan segera ditindaklanjuti,” ujar Musa.

Ia meminta Menteri HAM Natalius Pigai segera berkoordinasi dengan Satgas PKH untuk mencabut papan nama yang telah dipasang di wilayah yang dipersoalkan masyarakat.

“Kami meminta kepada Bapak Menteri HAM segera berkoordinasi dengan Satgas PKH untuk segera mencabut senplat yang mereka tanam ini,” tegasnya.

Musa menilai persoalan tanah tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat adat. Menurut dia, tanah merupakan sumber kehidupan sekaligus bagian penting dari masa depan generasi masyarakat SIMAPITOWA.

“Kami sadar bahwa ketika tanah dirampas oleh pihak TNI, berarti hidup anak cucu kami akan menderita,” katanya.

Ia menambahkan, masyarakat memandang tanah sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia dan generasi yang akan datang.

“Kita tahu bahwa setiap manusia diciptakan dari tanah dan tanah itu menjadi mama kami, sumber hidup kami, harapan masa depan kami,” ujarnya.

Musa menegaskan masyarakat SIMAPITOWA akan terus memperjuangkan hak atas tanah adat melalui jalur penyampaian aspirasi secara damai.

“Kami seluruh lapisan masyarakat berkomitmen bahwa untuk tanah kami, kami tidak bisa memberikannya kepada TNI, Polisi maupun kepada perusahaan apa pun,” tegas Musa.

Penyerahan pernyataan sikap tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi pemerintah, khususnya Kementerian HAM, untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat dan memastikan setiap kebijakan yang berkaitan dengan wilayah adat dilakukan dengan memperhatikan hak-hak masyarakat adat serta prinsip perlindungan HAM. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemerintah Distrik Amar Sukses Gelar Upacara Pengibaran Bendera HUT RI ke- 81 

18 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Screenshot 20260818 183010 Gallery

HUT ke-81 RI di Distrik Amar, Kadistrik Obet Murmana: Merah Putih Berkibar, Semangat Membangun Amar Tak Boleh Padam

18 Agustus 2026 - 10:27 WIB

IMG 20260818 WA0103

Merah Putih Berkibar di Nduga, Kemenag Teguhkan Pengabdian dan Persatuan di HUT ke-81 RI

18 Agustus 2026 - 09:16 WIB

IMG 20260818 WA0089

Pigai Tegaskan 10 Persen Saham Freeport Harus untuk Papua Tengah

18 Agustus 2026 - 09:10 WIB

1787018649 1388x820

Rayakan HUT Kemerdekaan, Pemkab Mimika Gelar Pesta Rakyat dan Makan Gratis

18 Agustus 2026 - 09:10 WIB

IMG 20260818 WA0086
Trending di Headline