DEIYAI — Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Deiyai kembali mengharumkan nama daerah dengan meraih Juara Umum pada ajang Timika Inside Festival of Art (TIFA) 2026. Prestasi ini menjadi yang kedua secara berturut-turut setelah pada penyelenggaraan TIFA tahun 2025, Deiyai juga keluar sebagai juara umum.
Festival TIFA sendiri merupakan salah satu agenda yang masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN), program strategis Kementerian Pariwisata untuk mempromosikan destinasi wisata melalui festival budaya, seni, dan ekonomi kreatif guna menarik wisatawan serta menggerakkan perekonomian daerah.
Ketua Dekranasda Kabupaten Deiyai, Fransina Rumbiak Mote, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, penghargaan itu menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Deiyai.
“Puji Tuhan, kita kembali meraih juara umum. Ini merupakan pencapaian yang luar biasa dan kami persembahkan untuk seluruh masyarakat Kabupaten Deiyai,” ujar Fransina usai menerima piala dan piagam penghargaan di Halaman Gedung Eme Neme Yauware, Timika, Jumat (3/7/2026).
Fransina mengatakan, keberhasilan yang diraih di TIFA semakin memotivasi Dekranasda bersama TP-PKK untuk mewujudkan cita-cita menyelenggarakan festival berskala besar di Kabupaten Deiyai, salah satunya Festival Danau Tigi.
Menurutnya, Deiyai memiliki potensi yang sangat besar, mulai dari kerajinan tangan, produk UMKM, hingga panorama alam Danau Tigi yang indah dan layak dipromosikan sebagai destinasi wisata.
Namun, ia mengakui rencana tersebut belum dapat direalisasikan karena masih membutuhkan dukungan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, hotel, serta akses transportasi yang memadai.
“Kalau fasilitas penunjangnya sudah tersedia, kami optimistis Deiyai juga bisa menyelenggarakan festival seperti ini,” katanya.
Fransina juga menjelaskan bahwa untuk dapat masuk dalam program Karisma Event Nusantara (KEN), sebuah daerah harus lebih dahulu menyelenggarakan festival secara mandiri selama tiga tahun berturut-turut menggunakan anggaran daerah. Setelah memenuhi syarat tersebut, barulah festival dapat diusulkan menjadi bagian dari KEN Kementerian Pariwisata.
Sementara ini, kata dia, Dekranasda memilih terus memperkenalkan potensi Deiyai dengan aktif mengikuti berbagai festival di luar daerah.
“Melalui kegiatan seperti TIFA ini, kami ingin memperkenalkan kepada masyarakat luas bahwa Deiyai memiliki kerajinan tangan, produk UMKM, serta potensi wisata yang tidak kalah menarik dengan daerah lain,” ujarnya.
Fransina yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai berharap pembangunan infrastruktur dasar di Deiyai dapat terus dipercepat. Dengan demikian, cita-cita menghadirkan Festival Danau Tigi dapat terwujud dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, Festival Danau Tigi nantinya tidak hanya menjadi ajang promosi wisata, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya warga yang tinggal di kawasan sekitar Danau Tigi. (SK)







