DEIYAI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Deiyai melaksanakan kegiatan Reses Daerah Pemilihan (Dapil) Distrik Tigi yang berlangsung di Balai Kampung Waghete, Distrik Tigi, Jumat (26/6/2026).
Kegiatan reses ini merupakan agenda resmi DPRD yang bertujuan untuk mendengarkan secara langsung berbagai aspirasi, keluhan, serta usulan masyarakat yang nantinya akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan dan kebijakan Pemerintah Kabupaten Deiyai.
Reses yang dimulai sejak pukul 09.00 WIT tersebut dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Deiyai, para kepala kampung, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda, serta masyarakat dari berbagai kampung di wilayah Distrik Tigi.
Dalam suasana yang penuh keakraban dan keterbukaan, masyarakat diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini mereka hadapi. Berbagai aspirasi disampaikan secara langsung kepada para wakil rakyat dengan harapan dapat ditindaklanjuti melalui program pemerintah daerah.
Salah satu isu yang paling banyak disampaikan masyarakat adalah persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat. Warga menilai kondisi keamanan di beberapa wilayah masih perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah bersama aparat keamanan.
Masyarakat berharap adanya langkah-langkah nyata untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik. Menurut warga, keamanan merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting untuk mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, warga juga meminta adanya kerja sama yang lebih kuat antara pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Deiyai.
Persoalan lain yang menjadi perhatian utama dalam forum reses tersebut adalah masih adanya peredaran minuman keras (miras) yang dinilai menjadi salah satu penyebab berbagai gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Masyarakat meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait untuk memperketat pengawasan terhadap masuk dan beredarnya minuman keras di wilayah Kabupaten Deiyai. Warga menilai pengendalian miras harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan karena dampaknya sangat besar terhadap kehidupan sosial masyarakat, terutama generasi muda.
Menurut masyarakat, upaya pencegahan tidak hanya dilakukan melalui penegakan aturan, tetapi juga melalui edukasi dan pembinaan kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari pengaruh minuman keras.
Selain persoalan keamanan, masyarakat juga menyampaikan berbagai usulan pembangunan infrastruktur dasar. Beberapa kebutuhan yang disampaikan antara lain peningkatan jalan penghubung antar kampung, pembangunan jembatan, perbaikan fasilitas umum, serta pembangunan sarana pendukung pelayanan masyarakat.
Warga berharap pembangunan infrastruktur dapat terus dilakukan secara merata hingga menjangkau seluruh kampung di wilayah Distrik Tigi. Infrastruktur yang baik dinilai sangat penting untuk mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan pemerintahan.
Di sektor pendidikan, masyarakat meminta pemerintah daerah terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui penyediaan sarana dan prasarana sekolah yang memadai. Selain itu, warga juga berharap adanya perhatian terhadap kebutuhan tenaga pendidik serta peningkatan akses pendidikan bagi anak-anak di daerah pedalaman.
Menurut masyarakat, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting dalam menciptakan generasi muda Deiyai yang cerdas, berkualitas, dan mampu bersaing di masa depan.
Sementara itu, pada sektor kesehatan, masyarakat mengusulkan peningkatan pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Distrik Tigi. Warga berharap ketersediaan tenaga kesehatan dapat ditingkatkan serta fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan puskesmas pembantu dapat terus diperbaiki agar pelayanan kepada masyarakat semakin maksimal.
Masyarakat juga berharap pemerintah daerah dapat memastikan ketersediaan obat-obatan dan perlengkapan kesehatan sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang cepat dan berkualitas.
Dalam bidang ekonomi, warga mendorong pemerintah daerah untuk terus memperkuat program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui dukungan kepada pelaku usaha lokal, kelompok tani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha kecil lainnya.
Masyarakat berharap adanya program-program yang mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan keluarga, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Menanggapi berbagai aspirasi yang disampaikan, anggota DPRD Kabupaten Deiyai menyatakan bahwa seluruh masukan masyarakat akan dicatat dan dibahas sesuai mekanisme yang berlaku. Aspirasi tersebut akan menjadi bahan penting dalam pembahasan program pembangunan daerah dan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan pemerintah.
DPRD Kabupaten Deiyai juga menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kebutuhan masyarakat melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan demi mewujudkan pembangunan yang lebih merata dan berpihak kepada kepentingan rakyat.
Kegiatan reses berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh antusiasme dari masyarakat. Warga berharap seluruh aspirasi yang telah disampaikan dapat menjadi perhatian bersama dan diwujudkan dalam program pembangunan yang nyata demi kemajuan Distrik Tigi dan Kabupaten Deiyai secara keseluruhan. (SK)







