NABIRE — Kolekti Jurnalis Pinggiran Nabire kembali bikin pertemuan ketiga bersama mahasiswa Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire dalam rangka persiapan pembentukan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) USWIM, Jumat (12/06).
Kegiatan pada pertemuan ketiga ini, fokus pada pelatihan cara menulis berita dan teknik wawancara. Pertemuan dimulai sekitar pukul 16.20 Waktu Papua dan diikuti sekitar 15 mahasiswa.
Materi pertama dibawakan oleh Maxi Mote, jurnalis Seputar Papua. Dalam penyampaiannya, Maxi menjelaskan tentang dasar-dasar menulis berita, termasuk pentingnya memahami unsur 5W+1H dalam setiap pemberitaan.
Menurut Maxi, kalau menulis berita jangan terlalu panjang dan berputar-putar.
“Kalau bikin berita, tong jangan tulis bertele-tele. Tulis saja inti persoalan dan makna dari peristiwa itu supaya orang mudah paham,” ujarnya.
Mote juga menjelaskan tentang penulisan berita peristiwa langsung, seperti kejadian kebakaran atau kecelakaan, yang membutuhkan kecepatan sekaligus ketelitian dalam mengumpulkan fakta di lapangan.
Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman tentang cara membuat berita yang baik dan benar sesuai kaidah jurnalistik.
Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Theresia Tekega dari CEPOS Online yang membahas teknik wawancara. Dalam kesempatan itu, Theresia mengingatkan bahwa seorang jurnalis harus datang dengan persiapan yang baik sebelum bertemu narasumber.
“Tong harus siapkan pertanyaan yang baik, dengar baik-baik jawaban narasumber, dan pastikan informasi yang didapat itu benar supaya tidak salah tulis,” katanya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Kolektif Jurnalis Pinggiran Nabire untuk mendukung lahirnya jurnalis-jurnalis muda di lingkungan kampus melalui pembentukan LPM USWIM.
Mahasiswa yang hadir tampak antusias mengikuti setiap sesi. Selain mendengar materi dari narasumber, mereka juga aktif bertanya dan berbagi pengalaman terkait dunia jurnalistik. (MB)






