JAYAPURA – Umat Buddha di Kota Jayapura menggelar kegiatan donor darah dalam rangka Vesakha Sananda 2570 Buddhist Era (BE)/2026 di Aula Vihara Arya Dharma, pada Minggu (17/05/26). Kegiatan kemanusiaan tersebut terlaksana melalui kolaborasi bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jayapura dan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua khususnya Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha, Lembaga Keagamaan Buddha, Majelis Agama Buddha, Organisasi Wanita maupun Pemuda serta Vihara.
Dalam arahannya, Ketua PMI Kota Jayapura, Rustan Saru yang juga Wakil Wali Kota Jayapura menyampaikan bahwa donor darah merupakan bentuk nyata pengabdian kepada sesama manusia tanpa memandang latar belakang.
“Gerakan donor darah ini mempunyai arti yang sangat mendalam. Dengan menyumbangkan darah kepada sesama yang membutuhkan, berarti kita sedang menjalankan nilai kemanusiaan dan pengabdian kepada Tuhan,” ujarnya.
Ketua PMI Kota Jayapura menilai para pendonor merupakan orang-orang pilihan yang memiliki kepedulian sosial tinggi. Menurutnya, kebutuhan darah di Kota Jayapura masih cukup besar, sementara jumlah pendonor sukarela belum sebanding dengan kebutuhan rumah sakit.
“Di Kota Jayapura yang penduduknya sekitar 405 ribu jiwa, setiap hari minimal dibutuhkan 50 kantong darah. Namun yang mampu disuplai rata-rata hanya sekitar 30 kantong darah,” katanya.
Ketua PMI Kota Jayapura menjelaskan, donor darah juga memberikan manfaat bagi pendonor karena menjadi bagian dari pemeriksaan kesehatan awal melalui proses skrining oleh tim medis PMI. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan pendonor sebelum darah disalurkan kepada pasien yang membutuhkan.
Ketua PMI Kota Jayapura pun menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada pengurus Vihara, Wanita Buddhis Indonesia (WBI), dan panitia yang secara rutin menggelar aksi sosial donor darah setiap tahun.
“Atas nama PMI Kota Jayapura, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia dan umat yang dengan tulus dan sukarela mendonorkan darahnya. Semoga segala niat baik ini mendapat balasan dan keberkahan dari Tuhan Yang Maha Kuasa,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Hendry, mengatakan kegiatan donor darah menjadi salah satu rangkaian peringatan Tri Suci Waisak 2570 BE/2026.
Menurutnya, sebelumnya panitia juga telah melaksanakan kegiatan sosial berupa anjangsana ke panti sosial dan panti jompo di wilayah Sentani.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Waisak. Karena sifatnya kegiatan keagamaan, maka kami juga mengisinya dengan aksi sosial kemanusiaan seperti donor darah,” jelasnya.
Hendry menambahkan, kegiatan donor darah terlaksana melalui kerja sama dengan PMI Kota Jayapura dan Kanwil Kemenag Provinsi Papua melalui Pembimas Buddha.
“Kami bekerja sama dengan PMI Kota Jayapura dan juga mendapat dukungan dari Kanwil Kemenag Provinsi Papua, khususnya Pembimas Buddha,” katanya.
Di akhir kegiatan, Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Provinsi Papua, Sarono, memastikan bahwa jumlah perolehan darah sebanyak 69 kantong.
Pembimas Buddha bangga dengan umat Buddha yang memiliki jiwa saling tolong menolong, mengembangkan welas asih (karuna) dan cinta kasih (metta) kepada sesama dalam rangka menyongsong dan memaknai peringatan Tri Suci Waisak. Menurutnya ini sudah tepat dan sesuai yang diajarkan oleh sang Buddha, bahwa pengembangan welas asih dan cinta kasih dapat dilakukan dengan berdana.
Donor darah merupakan salah satu bentuk Mahatidana (pengorbanan agung), karena mendonorkan bagian tubuh (seperti darah dan organ). Tindakan menyelamatkan nyawa seseorang yang sedang membutuhkan transfusi darah, ini juga bentuk cinta kasih (metta), disebut juga dengan Abhanya Dana (dana keamanan / keselamatan).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Provinsi Papua, Pengurus Permabudhi, Ketua Vihara Arya Dharma, Geovani; Ketua WBI Provinsi Papua, Bella Maragrete; serta Penyelenggara Buddha Kantor Kemenag Kota Jayapura, Lukito Iswibowo. (Red)









