NABIRE – Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa menegaskan pentingnya sinkronisasi program antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam mendorong kemajuan pendidikan dan pembangunan daerah. Hal ini disampaikannya dalam amanat pada upacara Hari Pendidikan Nasional 2026 di Nabire Barat.
Menurut Gubernur, selama ini masih terdapat ketidaksinkronan antara kebijakan provinsi dan implementasi di daerah, sehingga berdampak pada tidak optimalnya hasil pembangunan.
Ia meminta seluruh kepala daerah untuk menyesuaikan program kerja dengan visi-misi gubernur, termasuk dalam sektor pendidikan.
“Kabupaten wajib memasukkan program yang sejalan dengan visi provinsi, supaya kita tidak berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.
Selain itu, Gubernur juga mengaitkan pendidikan dengan penguatan ekonomi masyarakat. Salah satu program yang disorot adalah rencana penanaman 1,6 juta pohon kopi di berbagai wilayah Papua Tengah.
Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan ekonomi, tetapi juga mendukung pembiayaan pendidikan masyarakat.
“Kita dorong masyarakat tanam kopi, kita bantu dan bayar. Dari situ ekonomi jalan, pendidikan juga bisa didukung,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan agar kebijakan ekonomi, termasuk penetapan upah minimum, dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan dampak terhadap perputaran ekonomi daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur turut mengajak seluruh kepala daerah untuk menghadiri agenda nasional pada 11–12 Mei mendatang bersama Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, dan Komisi II DPR RI guna memperjuangkan kebijakan yang lebih berpihak pada daerah.
“Kesempatan ini harus dimanfaatkan untuk memperjuangkan kebutuhan daerah agar masuk dalam kebijakan nasional,” tegasnya.
Di akhir arahannya, Gubernur mengingatkan bahwa pembangunan membutuhkan kerja nyata dan komitmen bersama.
“Kesempatan tidak datang dua kali. Apa yang kita kerjakan hari ini akan menjadi fondasi bagi generasi mendatang” tutupnya. (MB)









