Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

Semangat Persatuan Menggema di Timika, Barisan Merah Putih Papua Gelar Aksi Damai 1 Mei

Etty Welerbadge-check


					Semangat Persatuan Menggema di Timika, Barisan Merah Putih Papua Gelar Aksi Damai 1 Mei Perbesar

TIMIKA – Suasana Bundaran Timika Indah, Kabupaten Mimika, dipenuhi semangat kebangsaan saat puluhan massa dari Barisan Merah Putih Papua menggelar aksi damai, Jumat (1/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari refleksi sejarah atas momentum kembalinya Papua ke dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dengan membawa bendera Merah Putih dan berbagai atribut nasional, massa menyuarakan komitmen menjaga keutuhan bangsa. Spanduk bertuliskan “1 Mei Refleksikan Sejarah Papua Dalam Bingkai Indonesia” turut dibentangkan sebagai pengingat akan perjalanan panjang Papua dalam sejarah Indonesia.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Simon Haluk, menegaskan komitmen masyarakat Papua untuk terus menjaga persatuan bangsa dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam pernyataannya, Simon menekankan bahwa selama bendera Merah Putih masih berkibar di tanah Papua, maka persatuan akan tetap terjaga dan Papua tidak akan terpecah.

“Kami menjunjung tinggi persatuan dan kedaulatan untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. NKRI harga mati,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak melupakan sejarah panjang perjuangan para tokoh Papua yang telah berkontribusi bagi bangsa, seperti Silas Papare dan Marthen Indey.

Menurutnya, bergabungnya Papua ke dalam Indonesia merupakan hasil perjuangan, bukan sekadar pemberian.

“Sejarah tidak bisa dihapus atau diputar balik. Papua menjadi bagian dari Indonesia melalui perjuangan, bukan belas kasihan,” ujarnya.

Perlu diketahui dalam aksi tersebut,massa juga melakukan aksi long march mengelilingi Jalan Belibis sebelum kembali menuju Bundaran Timika Indah. Sepanjang rute yang dilalui, suasana tetap tertib dengan semangat kebersamaan yang kuat dari para peserta.

Aksi yang berlangsung pada hari ini berjalan aman dan lancar. Pengawalan ketat dari aparat keamanan turut memastikan seluruh rangkaian kegiatan tetap kondusif hingga selesai, sehingga pesan yang disampaikan massa dapat tersalurkan dengan baik tanpa mengganggu ketertiban umum. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kemenag Terbitkan Juknis Perlindungan Santri, Panduan Child Safeguarding bagi Pengasuh hingga Pengurus Pesantren

5 November 2026 - 12:53 WIB

IMG 20261105 215133

Pemkab Mimika Matangkan RDTR Kokonao untuk Pemerataan Pembangunan

5 November 2026 - 12:46 WIB

IMG 20261105 WA0042

Bangun Kepercayaan Masyarakat, Pemkab Mimika Perkuat Strategi Komunikasi Publik

5 November 2026 - 12:41 WIB

IMG 20261105 WA0041

Merasa Terancam Saat Angkut Batu, Ratusan Sopir Truk Minta Perlindungan Polisi

5 November 2026 - 12:35 WIB

IMG 20261105 213529

Cegah Anak Terkendala Saat Kuliah, Dukcapil Deiyai Benahi Data Kependudukan Siswa

5 November 2026 - 12:31 WIB

IMG 20261105 213018
Trending di News