NABIRE – Tujuh siswa di Kabupaten Nabire dilaporkan mengalami gejala kesehatan setelah mengonsumsi program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Namun, pihak Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan bahwa kejadian tersebut bukan disebabkan oleh keracunan makanan, melainkan diduga akibat reaksi alergi.
Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Nabire, Marsel Asyerem, menyampaikan klarifikasi terkait beredarnya video di media sosial yang menyebut adanya kasus keracunan MBG.
“Setelah kami konfirmasi ke kepala sekolah, terdapat tujuh murid yang mengalami gejala. Namun dari hasil medis sementara, diduga karena alergi udara, bukan keracunan makanan,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Dari tujuh siswa tersebut, lima sempat mendapatkan perawatan medis, sementara dua lainnya langsung dipulangkan. Para siswa yang dirawat juga dilaporkan telah membaik setelah diberikan penanganan.
“Mereka hanya dirawat sekitar tiga sampai empat jam, setelah diberikan obat anti alergi kondisinya membaik dan sudah dipulangkan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pihak mitra serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah bertanggung jawab dalam penanganan seluruh siswa yang terdampak.
Dinkes Lakukan Penelusuran dan Pemeriksaan
Sementara itu, Tim Surveilans Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire yang dipimpin oleh Elisabeth Dimara turut melakukan penelusuran lapangan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tujuh siswa yang terdampak terdiri dari enam siswa kelas VI dan satu siswa kelas II. Dari jumlah tersebut, tiga siswa sempat dirawat dan kini telah dipulangkan, sedangkan empat lainnya menjalani rawat jalan.
“Enam siswa mengalami gejala gatal-gatal disertai bintik merah pada kulit, sementara satu siswa lainnya mengeluh pusing, mual, dan muntah,” ungkap Elisabeth.
Sampel Makanan Masih Diteliti
Dinas Kesehatan juga telah mengamankan sampel makanan dari program MBG di SPPG Kalisusu 01 untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Selain itu, tim masih melakukan pelacakan alamat para siswa guna melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) secara menyeluruh.
Sebagai informasi, gejala keracunan makanan umumnya meliputi mual, muntah, diare, kram perut, pusing, lemas, hingga demam. Namun, dalam kasus ini indikasi awal lebih mengarah pada reaksi alergi, meski hasil medis lanjutan masih terus didalami. (MB)










