Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Soroti Insiden Berdarah di Papua Tengah, Minta Penyelidikan Menyeluruh Menteri HAM Tolak Pelaporan Jusuf Kalla, Dorong Penyelesaian Lewat Dialog Senator Papua Tengah Wilhelmus Pigai Soroti Temuan BPS: Penyaluran Bansos Harus Ketat Sesuai Kriteria Breaking News : Ruang Terpadu RSUD Paniai Terbakar Hangus DPD RI Dorong Percepatan RUU Bahasa Daerah, Ratusan Bahasa Terancam Punah Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin Raih Gelar Doktor Kehormatan dari KMOU

Headline

Tujuh Siswa Alami Gejala Usai Konsumsi MBG, BGN Sebut Alergi Udara

Etty Welerbadge-check


					Tujuh Siswa Alami Gejala Usai Konsumsi MBG, BGN Sebut Alergi Udara Perbesar

NABIRE – Tujuh siswa di Kabupaten Nabire dilaporkan mengalami gejala kesehatan setelah mengonsumsi program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Namun, pihak Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan bahwa kejadian tersebut bukan disebabkan oleh keracunan makanan, melainkan diduga akibat reaksi alergi.

Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Nabire, Marsel Asyerem, menyampaikan klarifikasi terkait beredarnya video di media sosial yang menyebut adanya kasus keracunan MBG.

“Setelah kami konfirmasi ke kepala sekolah, terdapat tujuh murid yang mengalami gejala. Namun dari hasil medis sementara, diduga karena alergi udara, bukan keracunan makanan,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).

Dari tujuh siswa tersebut, lima sempat mendapatkan perawatan medis, sementara dua lainnya langsung dipulangkan. Para siswa yang dirawat juga dilaporkan telah membaik setelah diberikan penanganan.

“Mereka hanya dirawat sekitar tiga sampai empat jam, setelah diberikan obat anti alergi kondisinya membaik dan sudah dipulangkan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pihak mitra serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah bertanggung jawab dalam penanganan seluruh siswa yang terdampak.

Dinkes Lakukan Penelusuran dan Pemeriksaan

Sementara itu, Tim Surveilans Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire yang dipimpin oleh Elisabeth Dimara turut melakukan penelusuran lapangan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tujuh siswa yang terdampak terdiri dari enam siswa kelas VI dan satu siswa kelas II. Dari jumlah tersebut, tiga siswa sempat dirawat dan kini telah dipulangkan, sedangkan empat lainnya menjalani rawat jalan.

“Enam siswa mengalami gejala gatal-gatal disertai bintik merah pada kulit, sementara satu siswa lainnya mengeluh pusing, mual, dan muntah,” ungkap Elisabeth.

Sampel Makanan Masih Diteliti

Dinas Kesehatan juga telah mengamankan sampel makanan dari program MBG di SPPG Kalisusu 01 untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Selain itu, tim masih melakukan pelacakan alamat para siswa guna melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) secara menyeluruh.

Sebagai informasi, gejala keracunan makanan umumnya meliputi mual, muntah, diare, kram perut, pusing, lemas, hingga demam. Namun, dalam kasus ini indikasi awal lebih mengarah pada reaksi alergi, meski hasil medis lanjutan masih terus didalami. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Konflik Kwamki Narama Belum Berakhir, Satu Warga Meninggal 

17 April 2026 - 11:23 WIB

IMG 20260417 WA0215

Pemkab Mimika Dukung Pembangunan Wisma Unio Keuskupan Timika 

17 April 2026 - 11:14 WIB

IMG 20260417 WA0210

Merajut Silaturahmi, Kemenag Mimika Gelar Halal Bihalal Penuh Kebersamaan

17 April 2026 - 11:08 WIB

IMG 20260417 WA0211

Konflik Puncak Papua Tengah, Pemerintah Kutuk Serangan yang Sasar Warga sipil

17 April 2026 - 10:53 WIB

IMG 20260417 WA0185

Dinkes Deiyai Serahkan DPA 2026, Perkuat Kinerja dan Pelayanan Kesehatan

17 April 2026 - 10:43 WIB

IMG 20260417 WA0111
Trending di Headline