Menu

Mode Gelap
Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku

Headline

Tujuh Siswa Alami Gejala Usai Konsumsi MBG, BGN Sebut Alergi Udara

Etty Welerbadge-check


					Tujuh Siswa Alami Gejala Usai Konsumsi MBG, BGN Sebut Alergi Udara Perbesar

NABIRE – Tujuh siswa di Kabupaten Nabire dilaporkan mengalami gejala kesehatan setelah mengonsumsi program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Namun, pihak Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan bahwa kejadian tersebut bukan disebabkan oleh keracunan makanan, melainkan diduga akibat reaksi alergi.

Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Nabire, Marsel Asyerem, menyampaikan klarifikasi terkait beredarnya video di media sosial yang menyebut adanya kasus keracunan MBG.

“Setelah kami konfirmasi ke kepala sekolah, terdapat tujuh murid yang mengalami gejala. Namun dari hasil medis sementara, diduga karena alergi udara, bukan keracunan makanan,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).

Dari tujuh siswa tersebut, lima sempat mendapatkan perawatan medis, sementara dua lainnya langsung dipulangkan. Para siswa yang dirawat juga dilaporkan telah membaik setelah diberikan penanganan.

“Mereka hanya dirawat sekitar tiga sampai empat jam, setelah diberikan obat anti alergi kondisinya membaik dan sudah dipulangkan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pihak mitra serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah bertanggung jawab dalam penanganan seluruh siswa yang terdampak.

Dinkes Lakukan Penelusuran dan Pemeriksaan

Sementara itu, Tim Surveilans Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire yang dipimpin oleh Elisabeth Dimara turut melakukan penelusuran lapangan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tujuh siswa yang terdampak terdiri dari enam siswa kelas VI dan satu siswa kelas II. Dari jumlah tersebut, tiga siswa sempat dirawat dan kini telah dipulangkan, sedangkan empat lainnya menjalani rawat jalan.

“Enam siswa mengalami gejala gatal-gatal disertai bintik merah pada kulit, sementara satu siswa lainnya mengeluh pusing, mual, dan muntah,” ungkap Elisabeth.

Sampel Makanan Masih Diteliti

Dinas Kesehatan juga telah mengamankan sampel makanan dari program MBG di SPPG Kalisusu 01 untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Selain itu, tim masih melakukan pelacakan alamat para siswa guna melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) secara menyeluruh.

Sebagai informasi, gejala keracunan makanan umumnya meliputi mual, muntah, diare, kram perut, pusing, lemas, hingga demam. Namun, dalam kasus ini indikasi awal lebih mengarah pada reaksi alergi, meski hasil medis lanjutan masih terus didalami. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Benda Diduga Bom di Gereja Kingmi Jaindapa, Koops TNI Habema: Itu Biji Besi Toki Lonceng 

5 Juni 2026 - 13:48 WIB

IMG 20260605 WA0127

Pemkab Mimika dan PKK Tanam 400 Pohon Kelor di Kampung Nawaripi

5 Juni 2026 - 13:45 WIB

IMG 20260605 WA0054

PTFI dan Pemkab Mimika Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Dorong Aksi Nyata Jaga Bumi

5 Juni 2026 - 13:35 WIB

IMG 20260605 WA0035

Dinas Kesehatan Mimika Ajak Tokoh Masyarakat Dukung PHBS untuk Tekan Angka Penyakit

5 Juni 2026 - 13:19 WIB

IMG 20260604 WA0046

Kegiatan Padat Karya, Distrik Kwamki Narama Fokuskan Penyediaan Makanan Bergizi dan Penurunan Angka Stunting

5 Juni 2026 - 13:03 WIB

IMG 20260604 WA0039
Trending di Headline