Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

Konflik Puncak Papua Tengah, Pemerintah Kutuk Serangan yang Sasar Warga sipil

Etty Welerbadge-check


					Konflik Puncak Papua Tengah, Pemerintah Kutuk Serangan yang Sasar Warga sipil Perbesar

NABIRE – Konflik bersenjata di Kabupaten Puncak, Papua Tengah kembali memanas setelah Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dan aparat keamanan saling tuduh terkait penyerangan terhadap permukiman warga sejak 13 April 2026.

Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB mengklaim menerima laporan dari pasukan di Ilaga bahwa militer Indonesia melakukan operasi udara menggunakan empat unit helikopter serta pengeboman di Kampung Guamo, Distrik Pogoma.

Sementara itu, pihak TNI memberikan keterangan berbeda. Kepala Penerangan Komando Operasi TNI (Koops) Habema, Wirya Arthadiguna, menyebut situasi di lapangan menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat.

“Dari hasil pantauan drone Satgas Koops TNI Habema, terlihat beberapa kelompok orang tidak dikenal (OTK) membawa senjata api di sekitar lokasi kejadian,” ujarnya.

Akibat insiden tersebut, sejumlah warga dilaporkan mengungsi ke lokasi yang lebih aman untuk menghindari potensi gangguan lanjutan. Informasi yang dihimpun juga menyebut adanya korban dari kalangan sipil, termasuk anak-anak.

Merespons situasi tersebut, Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, bersama Wakil Gubernur Deinas Geley dan jajaran pemerintah provinsi turun langsung ke lokasi kejadian untuk memastikan kondisi masyarakat.

IMG 20260417 WA0184

Usai kunjungan, dalam konferensi pers di Nabire, Jumat (17/4/2026), Gubernur Meki Nawipa mengungkapkan bahwa terdapat korban sipil yang terkena dampak, termasuk anak-anak.

“Korban yang terkena peluru ada anak kecil, empat orang, satu pemuda. Ada satu korban yang sudah kami terbangkan ke Jayapura untuk mendapatkan perawatan,” kata Meki.

Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Papua Tengah akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban hingga sembuh.

“Kami hadir memberikan penguatan bahwa mereka tidak sendiri. Pemerintah akan membiayai seluruh kebutuhan sampai sembuh,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan langkah jangka panjang bagi anak-anak korban, termasuk memberikan akses pendidikan yang layak, terutama bagi mereka yang kehilangan orang tua akibat konflik.

IMG 20260417 WA0191

Pemerintah provinsi juga telah melakukan komunikasi dan dialog dengan masyarakat setempat. Dari hasil sementara, satu kampung dilaporkan telah dalam kondisi aman, sementara dua kampung lainnya masih dalam proses pendataan jumlah korban.

Di lapangan, tim kemanusiaan termasuk Palang Merah Indonesia (PMI) telah bergerak untuk membantu proses evakuasi dan penanganan korban.

Gubernur Meki Nawipa menegaskan sikap tegas pemerintah terhadap insiden tersebut.

“Kami mengutuk tindakan yang tidak presisi, yang menyebabkan masyarakat kecil, perempuan, dan anak-anak menjadi korban,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah provinsi akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan serta Kementerian Dalam Negeri, guna membuka akses penanganan kemanusiaan di wilayah terdampak.

IMG 20260417 WA0183⅞

Dalam waktu dekat, pemerintah daerah bersama pihak terkait akan membentuk tim terpadu tanggap darurat guna mempercepat penanganan korban serta memulihkan kondisi masyarakat di wilayah perbatasan Kabupaten Puncak dan Puncak Jaya.

Situasi keamanan di Distrik Pogoma hingga kini masih dalam pemantauan, sementara upaya pengamanan dan penanganan korban terus dilakukan. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kemenag Terbitkan Juknis Perlindungan Santri, Panduan Child Safeguarding bagi Pengasuh hingga Pengurus Pesantren

5 November 2026 - 12:53 WIB

IMG 20261105 215133

Pemkab Mimika Matangkan RDTR Kokonao untuk Pemerataan Pembangunan

5 November 2026 - 12:46 WIB

IMG 20261105 WA0042

Bangun Kepercayaan Masyarakat, Pemkab Mimika Perkuat Strategi Komunikasi Publik

5 November 2026 - 12:41 WIB

IMG 20261105 WA0041

Merasa Terancam Saat Angkut Batu, Ratusan Sopir Truk Minta Perlindungan Polisi

5 November 2026 - 12:35 WIB

IMG 20261105 213529

Cegah Anak Terkendala Saat Kuliah, Dukcapil Deiyai Benahi Data Kependudukan Siswa

5 November 2026 - 12:31 WIB

IMG 20261105 213018
Trending di News