JAKARTA – Menteri Hak Asasi Manusia RI, Natalius Pigai, mendesak dilakukannya investigasi independen terkait insiden penembakan yang menewaskan sedikitnya lima warga sipil di Distrik Puncak, Papua Tengah.
Dalam pernyataan resminya, Pigai menegaskan bahwa pengungkapan fakta secara transparan merupakan langkah penting untuk memastikan akuntabilitas atas peristiwa tersebut. Ia meminta Komnas HAM segera turun tangan melakukan penyelidikan menyeluruh.
“Komnas HAM harus segera bergerak untuk melakukan investigasi agar publik mendapatkan kejelasan informasi,” ujar Pigai.
Selain itu, ia juga mendorong TNI memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat mengenai kronologi kejadian. Menurutnya, transparansi dari aparat keamanan sangat diperlukan guna mencegah spekulasi dan menjaga kepercayaan publik.
Pigai turut menekankan pentingnya evaluasi terhadap seluruh operasi keamanan di wilayah Papua Tengah, khususnya di daerah rawan konflik. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah terulangnya kekerasan terhadap warga sipil di masa mendatang.
Insiden penembakan tersebut terjadi di wilayah Kemburu, Kabupaten Puncak, yang selama ini dikenal sebagai salah satu daerah dengan tingkat kerawanan tinggi akibat konflik bersenjata.
Pemerintah diharapkan dapat memastikan proses hukum berjalan secara adil dan transparan, sekaligus memperkuat pendekatan berbasis hak asasi manusia dalam penanganan konflik di Papua.










