Menu

Mode Gelap
HUT ke-4 Papua Tengah Jadi Titik Awal Program BANGKIT untuk Generasi Sehat Papua DPD RI Perkuat Budaya Pelayanan Publik Melalui Data Akurat dan SDM Profesional Gubernur Meki Nawipa Siapkan Program “Bangkit Papua Tengah” untuk Percepat Penanganan 1.000 Balita Berisiko Stunting DPD RI Dorong Pengesahan RUU Daerah Kepulauan untuk Wujudkan Keadilan Pembangunan Maritim Perkuat Layanan Kesehatan di Pedalaman, Wilhelmus Pigai Serahkan Bantuan Obat Kemenkes RI ke Puskesmas Wangbe 700 Pelari Meriahkan Bhayangkara Fun Run 5K, Wujud Sinergi Polda Papua Tengah dan DPD BMP RI

Headline

Pesta Emas YPPK se- Tanah Papua, Ignatius Adii Sebut YPPK Adalah Sekolah Toleransi Yang Menjalankan Pendidikan dengan Cinta Kasih

Etty Welerbadge-check


					Pesta Emas YPPK se- Tanah Papua, Ignatius Adii Sebut YPPK Adalah Sekolah Toleransi Yang Menjalankan Pendidikan dengan Cinta Kasih Perbesar

TIMIKA – Memperingati pesta emas YPPK Tanah Papua, Pengawas YPPK Se-Keuskupan Timika, Agustius Adi berharap YPPK bisa diterima oleh siapapun, menjadi Yayasan yang menjalankan pendidikan untuk menyelamatkan orang-orang kecil dengan cinta kasih.

Ignatius mengungkapkan rasa bangganya saat YPPK bisa mencapai usia 50 tahun. Ia menuturkan YPPK didirikan pada tahun 1974. Dari tahun 1983-1992,  YPPK hanya ada satu untuk lima Keuskupan di Tanah Papua.

Memang, ini adalah salah satu yayasan pendidikan yang cukup besar. Kita jalankan pendidikan mulai dari TK sampai SMA,” ujarnya saat diwawancarai, Jumat (02/08).

  1. Ignasius menambahkan YPPK adalah sekolah toleransi. Di mana lulusan 50 tahun ini tidak memandang Agama. Banyak pejabat di Tanah Papua yang merupakan alumni YPPK se-Tanah Papua dan berasal dari berbagai agama.

    Hingga sekarang di usia 50 tahun, sudah ada 150 sekolah YPPK tingkat TK-SMA yang tersebar di 14 kabupaten se-Tanah Papua. Dengan jumlah siswa diperkirakan mencapai 8000 orang. Bahkan, besar kemungkinan akan bertambah lagi.

    Pada kesempatan yang sama, ia juga menyerukan perdamaian bagi daerah-daerah konflik yang mengganggu aktivitas pendidikan di sekolah. Seperti di Puncak Jaya, Puncak, dan Intan Jaya, mengalami kesulitan yang menghambat masyarakat mendapatkan pelayanan pendidikan. Namun, kata Ignasius, YPPK di daerah tersebut tetap jalan meskipun sekolah negeri dan yayasan lain tutup.

    Ia mengingatkan agar masyarakat yang ada di sana harus mengingat bahwa SDM itu didapat dari pedidikan. Konflik dan permusuhan harus diminimalkan karena  korban itu bukan hanya yang dibunuh, tetapi orang tidak bisa bersekolah sama saja dengan mematikan masa depan.

    Maka harus takut sama Tuhan. Selama mereka tidak takut pada Tuhan sesuai agama masing-masing, mereka tetap mencari pengamanan dengan bertentangan satu sama lain,” tegasnya.

    Ignasius berharap, perayaan 50 tahun YPPK di Tanah Papua ke depannya semakin maju dalam segala aspek yang berhubungan dengan pendidikan sesuai dengan perkembangan zaman. (EWR)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wabup Mimika Desak OPD Percepat Realisasi Dana Otsus, Baru Capai 24,8 Persen

28 Juli 2026 - 09:31 WIB

IMG 20260728 WA0014

Pemkab Mimika Pastikan Siap Sambut Kunjungan Wamen, Wabup: Persiapan Capai 99 Persen

28 Juli 2026 - 09:21 WIB

20260728

DPRK Mimika Mulai Bedah LKPJ 2025, Pastikan APBD Tepat Sasaran dan Berdampak bagi Masyarakat

28 Juli 2026 - 09:14 WIB

20260728

Surat Terbuka Warga Soal Listrik Padam Sebulan, PLN Timika Minta Maaf dan Kirim Tim Perbaikan

28 Juli 2026 - 08:42 WIB

20260727

Dari Kwamki Narama, Tokoh Agama Serukan Persatuan dan Keamanan Menyambut HUT RI ke-81

27 Juli 2026 - 11:54 WIB

IMG 20260727 WA0168
Trending di Headline