NABIRE – Kerusakan ruas jalan nasional pada kilometer 139–141 jalur Nabire–Ilaga, Papua Tengah, menjadi sorotan dan dinilai perlu mendapat perhatian serius dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai, menyebut kerusakan yang terjadi diduga kuat dipicu oleh tidak optimalnya sistem drainase, khususnya belum meratanya pembangunan talut dan box culvert di sepanjang ruas jalan tersebut.
“Kondisi jalan di KM 139 sampai 141 ini sudah sering rusak. Padahal sudah diaspal, tetapi beberapa waktu kemudian kembali rusak. Kami melihat air menjadi pemicu utama karena tidak mendapat jalur yang baik,” ujarnya.
Minim Drainase Jadi Pemicu Kerusakan
Menurut John, kondisi jalan di titik tersebut relatif rendah dan diduga menjadi jalur aliran air bawah tanah maupun air permukaan. Namun, karena tidak tersedia saluran yang memadai, air justru menggenangi badan jalan dan menyebabkan kerusakan berulang.
Ia menegaskan pentingnya pembangunan talut di sisi kiri dan kanan jalan, serta pemasangan box culvert untuk memastikan aliran air berjalan dengan baik.
“Kasih jalan buat air, supaya jangan air merusak jalan yang digunakan manusia,” katanya.
Pentingnya Talut dan Box Culvert
John menjelaskan bahwa talut berfungsi menahan tanah di sekitar jalan, terutama pada ruas yang berada di wilayah pegunungan dan memiliki banyak jurang. Sementara box culvert berperan sebagai saluran air untuk mengalirkan air hujan maupun air permukaan ke tempat yang lebih rendah.
Tanpa kedua infrastruktur tersebut, air dapat menggerus badan jalan, menimbulkan genangan, hingga mempercepat kerusakan akibat erosi.
“Ruas jalan ini berada di pinggiran gunung dengan kondisi jurang di beberapa titik. Karena itu talut dan box culvert sangat penting agar air tidak merusak jalan,” jelasnya.
Minta Penanganan Serius
Ia menilai pembangunan jalan tanpa dukungan sistem drainase yang baik akan terus menimbulkan kerusakan berulang dan merugikan masyarakat yang menggunakan akses tersebut.
Untuk itu, DPR Papua Tengah meminta pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR segera mengambil langkah konkret, dengan membangun talut secara merata serta menyediakan box culvert di titik-titik rawan.
“Sudah terlalu lama ruas ini dibangun tanpa talut yang merata. Ini harus menjadi perhatian serius agar infrastruktur jalan bisa bertahan lama,” tegasnya.
Kerusakan jalan di ruas Nabire–Ilaga tersebut kini menjadi perhatian publik, terutama setelah kondisi di KM 139–141 viral di media sosial dan dikeluhkan oleh pengguna jalan. (MB)









