Menu

Mode Gelap
Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin Raih Gelar Doktor Kehormatan dari KMOU OPINI : Pemuda dan Arah Transformasi Mimika, Menguatkan Kolaborasi dalam Semangat Kritis dan Konstruktif Era Baru Pemerintahan, Inpres Sepak Bola 2019 Dinilai Masih Relevan Ketua DPD RI Lepas Timnas Pelajar U-17 BLiSPI Berlaga ke Thailand di Momen Idulfitri Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 21 Maret Jelang Idul Fitri, Ketua DPD RI Serukan Penahanan Diri di Tengah Konflik Global

Headline

Jalan Nasional Nabire–Ilaga Rusak, DPR Papua Tengah Minta Perhatian Kementerian PUPR

Etty Welerbadge-check


					Jalan Nasional Nabire–Ilaga Rusak, DPR Papua Tengah Minta Perhatian Kementerian PUPR Perbesar

NABIRE – Kerusakan ruas jalan nasional pada kilometer 139–141 jalur Nabire–Ilaga, Papua Tengah, menjadi sorotan dan dinilai perlu mendapat perhatian serius dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai, menyebut kerusakan yang terjadi diduga kuat dipicu oleh tidak optimalnya sistem drainase, khususnya belum meratanya pembangunan talut dan box culvert di sepanjang ruas jalan tersebut.

“Kondisi jalan di KM 139 sampai 141 ini sudah sering rusak. Padahal sudah diaspal, tetapi beberapa waktu kemudian kembali rusak. Kami melihat air menjadi pemicu utama karena tidak mendapat jalur yang baik,” ujarnya.

Minim Drainase Jadi Pemicu Kerusakan

Menurut John, kondisi jalan di titik tersebut relatif rendah dan diduga menjadi jalur aliran air bawah tanah maupun air permukaan. Namun, karena tidak tersedia saluran yang memadai, air justru menggenangi badan jalan dan menyebabkan kerusakan berulang.

Ia menegaskan pentingnya pembangunan talut di sisi kiri dan kanan jalan, serta pemasangan box culvert untuk memastikan aliran air berjalan dengan baik.

“Kasih jalan buat air, supaya jangan air merusak jalan yang digunakan manusia,” katanya.

Pentingnya Talut dan Box Culvert

John menjelaskan bahwa talut berfungsi menahan tanah di sekitar jalan, terutama pada ruas yang berada di wilayah pegunungan dan memiliki banyak jurang. Sementara box culvert berperan sebagai saluran air untuk mengalirkan air hujan maupun air permukaan ke tempat yang lebih rendah.

Tanpa kedua infrastruktur tersebut, air dapat menggerus badan jalan, menimbulkan genangan, hingga mempercepat kerusakan akibat erosi.

“Ruas jalan ini berada di pinggiran gunung dengan kondisi jurang di beberapa titik. Karena itu talut dan box culvert sangat penting agar air tidak merusak jalan,” jelasnya.

Minta Penanganan Serius

Ia menilai pembangunan jalan tanpa dukungan sistem drainase yang baik akan terus menimbulkan kerusakan berulang dan merugikan masyarakat yang menggunakan akses tersebut.

Untuk itu, DPR Papua Tengah meminta pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR segera mengambil langkah konkret, dengan membangun talut secara merata serta menyediakan box culvert di titik-titik rawan.

“Sudah terlalu lama ruas ini dibangun tanpa talut yang merata. Ini harus menjadi perhatian serius agar infrastruktur jalan bisa bertahan lama,” tegasnya.

Kerusakan jalan di ruas Nabire–Ilaga tersebut kini menjadi perhatian publik, terutama setelah kondisi di KM 139–141 viral di media sosial dan dikeluhkan oleh pengguna jalan. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pertamina Patra Niaga Terus Siaga Melayani Kebutuhan Energi saat Libur Panjang Perayaan Paskah di Papua dan Maluku

4 April 2026 - 22:42 WIB

IMG 20260403 WA0160

Ucapkan Selamat Paskah, Menag Ajak Umat Doakan Kedamaian Bangsa

4 April 2026 - 21:57 WIB

IMG 20260404 WA0008

Ikut Pawai Obor Sambut Fajar Paskah, Bupati Deiyai Ajak Masyarakat Bangkit dalam Iman dan Persatuan

4 April 2026 - 21:53 WIB

IMG 20260405 WA0015

Semarak Obor Warnai Puncak Perayaan Paskah di Timika

4 April 2026 - 21:42 WIB

IMG 20260405 WA0006

Perayaan Malam Paskah, di Gereja Katedral Tiga Raja, Uskup Baptis 60 Orang

4 April 2026 - 21:35 WIB

IMG 20260405 WA0001
Trending di Headline