Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Soroti Insiden Berdarah di Papua Tengah, Minta Penyelidikan Menyeluruh Menteri HAM Tolak Pelaporan Jusuf Kalla, Dorong Penyelesaian Lewat Dialog Senator Papua Tengah Wilhelmus Pigai Soroti Temuan BPS: Penyaluran Bansos Harus Ketat Sesuai Kriteria Breaking News : Ruang Terpadu RSUD Paniai Terbakar Hangus DPD RI Dorong Percepatan RUU Bahasa Daerah, Ratusan Bahasa Terancam Punah Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin Raih Gelar Doktor Kehormatan dari KMOU

Headline

Jalan Nasional Nabire–Ilaga Rusak, DPR Papua Tengah Minta Perhatian Kementerian PUPR

Etty Welerbadge-check


					Jalan Nasional Nabire–Ilaga Rusak, DPR Papua Tengah Minta Perhatian Kementerian PUPR Perbesar

NABIRE – Kerusakan ruas jalan nasional pada kilometer 139–141 jalur Nabire–Ilaga, Papua Tengah, menjadi sorotan dan dinilai perlu mendapat perhatian serius dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai, menyebut kerusakan yang terjadi diduga kuat dipicu oleh tidak optimalnya sistem drainase, khususnya belum meratanya pembangunan talut dan box culvert di sepanjang ruas jalan tersebut.

“Kondisi jalan di KM 139 sampai 141 ini sudah sering rusak. Padahal sudah diaspal, tetapi beberapa waktu kemudian kembali rusak. Kami melihat air menjadi pemicu utama karena tidak mendapat jalur yang baik,” ujarnya.

Minim Drainase Jadi Pemicu Kerusakan

Menurut John, kondisi jalan di titik tersebut relatif rendah dan diduga menjadi jalur aliran air bawah tanah maupun air permukaan. Namun, karena tidak tersedia saluran yang memadai, air justru menggenangi badan jalan dan menyebabkan kerusakan berulang.

Ia menegaskan pentingnya pembangunan talut di sisi kiri dan kanan jalan, serta pemasangan box culvert untuk memastikan aliran air berjalan dengan baik.

“Kasih jalan buat air, supaya jangan air merusak jalan yang digunakan manusia,” katanya.

Pentingnya Talut dan Box Culvert

John menjelaskan bahwa talut berfungsi menahan tanah di sekitar jalan, terutama pada ruas yang berada di wilayah pegunungan dan memiliki banyak jurang. Sementara box culvert berperan sebagai saluran air untuk mengalirkan air hujan maupun air permukaan ke tempat yang lebih rendah.

Tanpa kedua infrastruktur tersebut, air dapat menggerus badan jalan, menimbulkan genangan, hingga mempercepat kerusakan akibat erosi.

“Ruas jalan ini berada di pinggiran gunung dengan kondisi jurang di beberapa titik. Karena itu talut dan box culvert sangat penting agar air tidak merusak jalan,” jelasnya.

Minta Penanganan Serius

Ia menilai pembangunan jalan tanpa dukungan sistem drainase yang baik akan terus menimbulkan kerusakan berulang dan merugikan masyarakat yang menggunakan akses tersebut.

Untuk itu, DPR Papua Tengah meminta pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR segera mengambil langkah konkret, dengan membangun talut secara merata serta menyediakan box culvert di titik-titik rawan.

“Sudah terlalu lama ruas ini dibangun tanpa talut yang merata. Ini harus menjadi perhatian serius agar infrastruktur jalan bisa bertahan lama,” tegasnya.

Kerusakan jalan di ruas Nabire–Ilaga tersebut kini menjadi perhatian publik, terutama setelah kondisi di KM 139–141 viral di media sosial dan dikeluhkan oleh pengguna jalan. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Lantik Perempuan Pertama Deiyai Jadi Pj Kepala Kampung Wagomani 

20 April 2026 - 10:01 WIB

IMG 20260420 WA0109

TNI-Polri Dipersiapkan Amankan Kunjungan Wapres di Timika

20 April 2026 - 09:41 WIB

IMG 20260420 WA0068

DPD RI Dorong Rekomendasi Kebijakan Pendidikan dan Kesehatan Papua Tengah Berbasis Data Akurat

20 April 2026 - 09:38 WIB

IMG 20260420 WA0054

Apel Gabungan, Bupati Melkianus Tegaskan Kembali Soal Disiplin Kinerja dan Tunjangan ASN 

20 April 2026 - 09:27 WIB

IMG 20260420 WA0050

Pemkab Mimika Resmikan Dua Rumah Dinas Kejari, Nilai Proyek Rp1,5 Miliar

19 April 2026 - 13:22 WIB

IMG 20260419 WA0017
Trending di Headline