Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

Bupati Johannes Rettob: Idul Fitri Momentum Perkuat Persaudaraan dan Toleransi di Mimika

Etty Welerbadge-check


					Bupati Johannes Rettob: Idul Fitri Momentum Perkuat Persaudaraan dan Toleransi di Mimika Perbesar

TIMIKA – Umat Muslim melaksanakan Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah di halaman Gedung Eme Neme Yauware, Sabtu (21/3/2026). Meskipun cuaca tidak bersahabat, umat tetap antusias dan khidmat mengikuti rangkaian ibadah.

H. Abdul Syakir dalam khutbahnya mengajak umat Muslim untuk terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Ia mengingatkan bahwa selama bulan Ramadan, umat Muslim telah belajar menahan hawa nafsu serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

“Di bulan puasa kita menahan diri dan berempati kepada sesama. Ramadan mengajarkan kita untuk lebih taat kepada Allah dan peduli kepada orang lain,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Idul Fitri bukan sekadar perayaan, tetapi menjadi momentum untuk memperbaiki diri serta menjaga nilai kejujuran dan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Bupati Mimika, Johannes Rettob, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Idul Fitri merupakan momentum kemenangan bagi umat Islam setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadan.

Menurutnya, kemenangan tersebut bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga keberhasilan dalam mengendalikan diri, meningkatkan ketakwaan, serta memperbaiki akhlak.

Ia mengajak seluruh masyarakat Mimika untuk menjaga nilai kebersamaan dan toleransi di tengah keberagaman yang ada. Apalagi Mimika merupakan daerah yang kaya akan perbedaan budaya, bahasa, dan agama yang harus dijaga sebagai kekuatan bersama.

“Kemenangan ini menjadi saat yang tepat bagi kita semua untuk saling memaafkan dan memperkuat persaudaraan tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras, maupun golongan,” ucapnya.

Selain itu, Johannes juga mengimbau umat Muslim untuk terus mengamalkan nilai-nilai Ramadan seperti kejujuran, kesabaran, kepedulian sosial, serta semangat berbagi kepada sesama.

Pemerintah daerah, lanjutnya, terus berkomitmen mendukung kehidupan beragama yang harmonis serta mendorong pembangunan yang tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga nilai keimanan dan kebersamaan masyarakat.

“Jangan biarkan semangat ibadah menurun setelah Ramadan, tetapi harus terus ditingkatkan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (CR2)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kemenag Terbitkan Juknis Perlindungan Santri, Panduan Child Safeguarding bagi Pengasuh hingga Pengurus Pesantren

5 November 2026 - 12:53 WIB

IMG 20261105 215133

Pemkab Mimika Matangkan RDTR Kokonao untuk Pemerataan Pembangunan

5 November 2026 - 12:46 WIB

IMG 20261105 WA0042

Bangun Kepercayaan Masyarakat, Pemkab Mimika Perkuat Strategi Komunikasi Publik

5 November 2026 - 12:41 WIB

IMG 20261105 WA0041

Merasa Terancam Saat Angkut Batu, Ratusan Sopir Truk Minta Perlindungan Polisi

5 November 2026 - 12:35 WIB

IMG 20261105 213529

Cegah Anak Terkendala Saat Kuliah, Dukcapil Deiyai Benahi Data Kependudukan Siswa

5 November 2026 - 12:31 WIB

IMG 20261105 213018
Trending di News