Menu

Mode Gelap
BULD DPD RI Uji Publik Regulasi Pendidikan Bali, Soroti Kewenangan Pusat dan Daerah Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua

Headline

BGN Nabire Tutup Rangkaian Ramadhan dengan Buka Puasa Bersama, Evaluasi Besar Program MBG Dilakukan

Etty Welerbadge-check


					BGN Nabire Tutup Rangkaian Ramadhan dengan Buka Puasa Bersama, Evaluasi Besar Program MBG Dilakukan Perbesar

NABIRE – Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire menutup rangkaian Ramadan 1447 Hijriah dengan menggelar buka puasa bersama seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Jumat (20/03/2026).

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat menghadapi kendala dalam beberapa waktu terakhir.

Koordinator Wilayah BGN Nabire, Marsel Asyerem, mengatakan bahwa evaluasi dilakukan untuk memastikan pelayanan MBG ke depan berjalan lebih baik dan tanpa kesalahan serupa.

“Melalui pertemuan ini, kami melakukan evaluasi besar-besaran terhadap sistem pelayanan MBG. Target kami, pada 30 Maret 2026 program ini kembali beroperasi dengan lebih baik dan minim risiko,” ujarnya.

Menurut Marsel, salah satu langkah perbaikan adalah penyeragaman sistem distribusi makanan, termasuk jadwal pelayanan agar seluruh siswa dapat menerima makanan tepat waktu.

“Ke depan, jam 09.00 anak-anak sudah harus menerima makanan. Tidak boleh lagi ada perbedaan jadwal antar dapur yang menyebabkan keterlambatan hingga makanan berisiko basi,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa selama masa libur, para pekerja dapur tetap diwajibkan masuk untuk menjaga kebersihan dan kesiapan fasilitas.

“Walaupun libur, karyawan tetap masuk untuk membersihkan dapur dan lingkungan. Ini penting untuk menjaga kualitas pelayanan,” tambahnya.

Tantangan Distribusi dan Penambahan Dapur

Marsel mengakui bahwa tantangan utama program MBG di Nabire adalah jarak distribusi yang cukup jauh, terutama di wilayah seperti Yaro.

“Sesuai SOP BGN, radius maksimal distribusi adalah 6 kilometer dengan waktu konsumsi antara pukul 09.00–10.00. Namun di beberapa wilayah, seperti Yaro, jaraknya bisa mencapai 12 kilometer dengan pelayanan hingga 20 sekolah dan hampir 2.900 siswa,” jelasnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, BGN akan menambah dua dapur baru di wilayah Kalibobo dan Girimulyo pada awal April 2026.

“Dengan tambahan ini, total dapur menjadi 14 unit. Harapannya distribusi lebih merata dan tepat waktu,” katanya.

Kebutuhan Tenaga Ahli Gizi Masih Tinggi

Marsel juga menyoroti masih tingginya kebutuhan tenaga ahli gizi di Kabupaten Nabire.

“Profesi ahli gizi saat ini sangat dibutuhkan. Kami mengajak putra-putri daerah yang memiliki latar belakang S1 gizi untuk bergabung dalam program ini,” ujarnya.

Peran TNI Dorong Pemanfaatan Potensi Lokal

Sementara itu, Komandan Kodim 1705/Nabire, Letkol Arh Dwi Palwanto, menekankan pentingnya keterlibatan Babinsa dalam mendukung program MBG, khususnya dalam pengawasan dan pemanfaatan potensi lokal.

IMG 20260320 WA0240

“Babinsa bisa membantu mengidentifikasi potensi komoditas di masyarakat yang dapat disuplai ke dapur MBG. Ini bukan hanya membantu anak-anak penerima manfaat, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal,” jelasnya.

Ia mengakui bahwa keterbatasan personel menjadi tantangan, namun kolaborasi dengan masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan program.

“Pengawasan tidak bisa hanya dilakukan oleh TNI. Semua pihak, termasuk masyarakat, harus ikut berperan agar program ini berjalan tepat sasaran,” tambahnya.

Melalui evaluasi ini, BGN Nabire berkomitmen memperkuat sistem pelayanan, meningkatkan pengawasan, serta memperluas keterlibatan stakeholder, termasuk sekolah, komite, dan masyarakat.

Program kunjungan ke dapur oleh pihak sekolah juga akan dijadwalkan secara rutin guna memastikan transparansi dan kualitas pelayanan.

Dengan berbagai langkah perbaikan tersebut, BGN optimistis program MBG di Nabire dapat berjalan lebih optimal setelah Idul Fitri, serta memberikan manfaat nyata bagi anak-anak dan masyarakat luas. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Wanggar Sari Apresiasi Dinkes Nabire Selesaikan Masalah Internal Puskesmas

22 September 2026 - 10:11 WIB

IMG 20260922 WA0050

Polda Papua dan Belanda Perkuat Komunikasi, Bahas Keamanan hingga Lingkungan

22 September 2026 - 10:07 WIB

IMG 20260922 WA0045

September, Realisasi Fisik APBD Mimika 52 Persen, Realisasi Keuangan 48 Persen

22 September 2026 - 10:01 WIB

IMG 20260922 WA0042

FKP, Pemkab Mimika Dorong Pelayanan Publik Lebih Inklusif 

22 September 2026 - 09:57 WIB

IMG 20260922 WA0041

Pendulang di Landfill Mile 38 Diminta Pindahkan Camp, Batas Waktu 29 September

22 September 2026 - 09:18 WIB

IMG 20260922 WA0040
Trending di Headline