NABIRE – Universitas Terbuka (UT) Jayapura melalui Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Nabire menggelar Seminar Aksi “Business Starter: Wirausaha Realistis untuk Mahasiswa UT” dalam program DIKTISAINTEK Berdampak – KILABA. Kegiatan ini berlangsung di Islamic Center Nabire, Sabtu (7/3/2026).

Seminar yang diselenggarakan oleh Layanan Pendukung Kesuksesan Belajar Jarak Jauh (LPKBJJ) UT Jayapura ini menghadirkan narasumber Ir. Estepanus L. S. Tumbal, M.Si, dosen ASN DPK Universitas Satya Wiyata Mandala Nabire. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai peluang membangun usaha yang realistis sejak masa perkuliahan.
Acara ini juga dihadiri oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Papua Tengah, Alanthino Wiay, yang mewakili Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa.
Dalam sambutannya, Alanthino Wiay menyampaikan permohonan maaf dari Gubernur Papua Tengah yang tidak dapat hadir karena sedang melaksanakan agenda dinas di Jakarta. Ia kemudian membacakan pesan Gubernur kepada para mahasiswa Universitas Terbuka.
“Kehadiran Universitas Terbuka di Nabire memberikan solusi nyata bagi tantangan geografis dan akses pendidikan di Tanah Papua. Dengan sistem pendidikan jarak jauh, putra-putri daerah tetap dapat menimba ilmu tanpa harus meninggalkan tanggung jawab keluarga maupun pekerjaan,” kata Wiay saat membacakan sambutan gubernur.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi yang lebih penting adalah pembangunan sumber daya manusia yang unggul, kompeten, dan memiliki daya saing.

Ia juga mengapresiasi antusiasme generasi muda Papua Tengah dalam mengejar pendidikan tinggi melalui Universitas Terbuka.
Dalam kesempatan itu, pemerintah provinsi memberikan sejumlah pesan kepada mahasiswa baru agar mengikuti seluruh rangkaian pembekalan akademik dengan serius, mulai dari Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB), Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ), hingga kegiatan klinik ujian dan workshop tugas.
“Pahami aturan dan kultur akademik. Ini adalah langkah awal transformasi dari siswa menjadi mahasiswa yang mandiri. Kuasai juga teknik belajar jarak jauh agar dapat lulus tepat waktu dengan hasil yang memuaskan,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga menitipkan para mahasiswa kepada pengelola Universitas Terbuka agar dibimbing menjadi sarjana yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan komitmen untuk membangun daerah.
“Belajarlah dengan sungguh-sungguh, gunakan setiap kesempatan untuk bertumbuh, memperluas wawasan, dan membangun karakter yang kuat. Suatu hari nanti saudara bukan hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga harapan bagi Papua Tengah dan bagian dari kekuatan besar Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pesannya.
Seminar ini menjadi bagian dari upaya Universitas Terbuka dalam membekali mahasiswa dengan wawasan kewirausahaan serta keterampilan praktis agar mampu menciptakan peluang usaha dan meningkatkan kemandirian ekonomi di tengah masyarakat. (MB)






