Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete

Headline

TPNPB Klaim Tembak Satu Aparat TNI di Nabire, Singgung Penggunaan Helikopter Bell

Etty Welerbadge-check


					TPNPB Klaim Tembak Satu Aparat TNI di Nabire, Singgung Penggunaan Helikopter Bell Perbesar

NABIRE – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat mengklaim telah menembak seorang aparat militer Indonesia dalam kontak senjata yang terjadi di wilayah Nabire, Papua Tengah, pada Minggu, 1 Maret 2026 sekitar pukul 12.00 WIT.

Klaim tersebut disampaikan dalam siaran pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB tertanggal Senin, 2 Maret 2026.

Dalam keterangan yang diterima media, juru bicara TPNPB, Sebby Sambom, menyebut aparat militer yang menjadi korban penembakan bernama Pratu Mulyado. Ia menyatakan penembakan terjadi saat kontak senjata antara pasukan TPNPB di bawah pimpinan Aibon Kogoya dengan aparat militer Indonesia.

TPNPB juga mengklaim aparat militer Indonesia menggunakan dua unit helikopter militer dalam operasi tersebut dan melakukan penembakan dari udara. Menurut TPNPB, pasukan mereka membalas tembakan dari darat ke udara hingga menyebabkan dua helikopter mengalami kebocoran.

“Seorang aparat militer Indonesia mengalami luka tembak dan telah dievakuasi keluar dari medan pertempuran,” demikian pernyataan TPNPB. Mereka menyebut evakuasi dilakukan menggunakan helikopter jenis Bell dari Nabire menuju Timika untuk mendapatkan perawatan medis.

Selain itu, TPNPB mengklaim sejumlah logistik milik mereka dirampas aparat militer Indonesia dalam operasi tersebut, termasuk telepon genggam. Hingga kini, menurut TPNPB, kedua pihak masih berada dalam status siaga di wilayah Nabire.

Klaim Penangkapan Warga Sipil

Dalam siaran pers yang sama, TPNPB juga menuding aparat militer Indonesia melakukan penangkapan terhadap dua warga sipil di depan Hotel Adaman Wadio pada 28 Februari 2026. Mereka mengklaim kedua warga tersebut mengalami pemukulan dan penyiksaan hingga tak sadarkan diri, dan keberadaannya belum diketahui.

Seruan ke Presiden dan PBB

Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB dalam pernyataannya meminta Presiden Prabowo Subianto menghentikan penggunaan senjata berat buatan Amerika Serikat dalam operasi militer di Papua, termasuk helikopter Bell yang disebut digunakan dalam kontak senjata di Nabire.

TPNPB juga menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta Palang Merah Internasional untuk memperhatikan dampak konflik bersenjata terhadap warga sipil di Tanah Papua. Mereka meminta akses bagi jurnalis asing dan independen untuk meliput situasi di wilayah konflik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI maupun aparat keamanan terkait klaim yang disampaikan TPNPB tersebut. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat

19 Juni 2026 - 05:07 WIB

831438440772

Insentif Guru Madrasah Non ASN Mulai Cair Akhir Juni 2026

18 Juni 2026 - 12:32 WIB

IMG 20260617 WA0001

Pemkab Deiyai Raih Penghargaan Terbaik II Penyaluran DAK dari KPPN Nabire

18 Juni 2026 - 12:27 WIB

IMG 20260618 WA0014

Kapolres Nabire Tegaskan Penimbun BBM Akan Diproses Hukum

18 Juni 2026 - 12:23 WIB

IMG 20260618 WA0013

Pertamina Pastikan Stok BBM dan LPG di Nabire Aman Hingga Empat Minggu 

18 Juni 2026 - 12:20 WIB

IMG 20260618 WA0011
Trending di Headline