Menu ✖

Mode Gelap
Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026

Headline

Gubernur Meki : 2026 Harus Jadi Tahun Pembenahan dan Penataan

Etty Welerbadge-check


					Gubernur Meki : 2026 Harus Jadi Tahun Pembenahan dan Penataan Perbesar

NABIRE – Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa menegaskan bahwa tahun 2026 harus menjadi momentum pembenahan dan penataan di berbagai sektor pembangunan di Papua Tengah. Penegasan itu disampaikan saat menutup talkshow refleksi satu tahun kepemimpinan Pemerintah Provinsi Papua Tengah.

Dalam closing Stegmen, Meki Nawipa menekankan bahwa fokus utama pemerintah daerah adalah memastikan masyarakat memperoleh pekerjaan dan penghasilan yang layak. Sejumlah program telah dijalankan, di antaranya Sekolah Sepanjang Hari (SSH) yang memberi ruang bagi mama-mama untuk bekerja, serta Program Mapega yang menyerap tenaga guru sarjana pendidikan.

Img 20260220 wa0004

“Kita sudah menciptakan lapangan kerja. Sekolah sepanjang hari membantu mama-mama bekerja, dan melalui Mapega ada 267 guru yang digaji Rp5 juta per bulan. Dalam enam bulan, sekitar 500 lapangan kerja sudah tercipta,” ujar Nawipa Jumat, (20/2/2026) di Nabire

Gubernur menegaskan, keberhasilan program pembangunan tidak mungkin dicapai tanpa dukungan seluruh elemen, mulai dari masyarakat, pemerintah, DPR, hingga Majelis Rakyat Papua (MRP). Ia mengajak semua pihak bergandengan tangan agar perubahan yang diharapkan dapat terwujud.

Img 20260220 wa0007

“Program ini tidak akan berjalan tanpa dukungan semua orang. Mari kita dukung yang baik, supaya hari esok lebih baik dari hari ini,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Meki Nawipa juga menyampaikan apresiasi kepada DPR Papua Tengah atas dukungan regulasi, khususnya terkait pengelolaan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR). Ia menyebut, regulasi daerah yang telah ditetapkan memberi kepastian hukum bagi masyarakat dalam mengelola sumber daya alam secara legal.

Menurutnya, dengan aturan tersebut, pengajuan izin WPR yang tidak ditanggapi oleh Kementerian ESDM dalam jangka waktu tertentu dapat ditindaklanjuti di tingkat daerah, sehingga pemerintah provinsi tidak sepenuhnya bergantung pada proses di pusat.

Img 20260220 wa0003

Mengakhiri pernyataannya, Gubernur Papua Tengah menyampaikan harapan besar untuk tahun 2026. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus melakukan pembenahan dan penataan di semua sektor kehidupan masyarakat.

“Kita berharap 2026 ini yang bengkok menjadi lurus, yang kusut menjadi rapi. Mari siapkan diri, tenaga, hati, dan jiwa untuk kehidupan yang lebih baik ke depan,” pungkas Meki Nawipa.(MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PUPR Mimika Rekonstruksi Jalan Hasanuddin, Fondasi Rusak Jadi Prioritas

23 Oktober 2026 - 13:06 WIB

20261022

Peserta IFRC Berbagi Pengetahuan Keselamatan kepada Pelajar di Timika

23 Oktober 2026 - 13:00 WIB

IMG 20261023 WA0109

Beni Ugidipi Yogi Imbau Warga Paniai Timur Jaga Kawasan Keramat dan Tanah Adat

23 Oktober 2026 - 12:47 WIB

IMG 20261023 WA0106

Transformasi Digital Kesehatan, Rumah Sakit di Papua Tengah Didorong Tingkatkan Kualitas Data

23 Oktober 2026 - 12:19 WIB

IMG 20261023 WA0105

Kasus Berdarah di Samabusa, Sat Reskrim Polres Nabire Kumpulkan Bukti dan Keterangan Saksi

23 Oktober 2026 - 12:11 WIB

IMG 20261023 WA0103
Trending di Headline