DEIYAI — Dinas Pertanian Kabupaten Deiyai menggelar aksi panen sayur kol bersama di kebun percontohan, Kamis (12/2/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh jajaran pimpinan dinas, mulai dari Sekretaris, Kepala Bidang, hingga para tenaga kontrak dan penyuluh lapangan.
Program penanaman ini berjalan di bawah pengawasan ketat Kepala Bidang Pertanian dan Hortikultura, Ibu Yakomina Pigome, SP.
Keberhasilan panen ini menjadi bukti nyata bahwa tanah Deiyai memiliki potensi luar biasa untuk pengembangan berbagai komoditas pangan.

Menjadi Pusat Pembelajaran Masyarakat
Kepala Dinas Pertanian, Aleks Pigai, M.Pd, menegaskan bahwa kebun ini bukan sekadar lahan produksi, melainkan laboratorium alam bagi warga.
“Kebun percontohan ini sengaja kami siapkan sebagai pusat belajar. Bagi masyarakat yang ingin mendalami teknik menanam sayur-sayuran, bawang merah, maupun bawang putih, silakan datang dan belajar langsung di sini,” ujar Aleks Pigai.
Dinas Pertanian berharap melalui contoh nyata ini, masyarakat Deiyai terdorong untuk kembali ke kebun. Saat ini, komoditas yang dikembangkan tidak terbatas pada kol saja, tetapi juga merambah ke sawi bungkus serta bawang merah dan putih yang terbukti tumbuh subur di wilayah tersebut.

Ada beberapa poin utama yang ditekankan oleh pemerintah daerah:
1.Substitusi Impor: Target utamanya adalah agar sayur-sayuran tidak lagi didatangkan dari luar daerah, melainkan diproduksi sendiri oleh petani lokal.
2. Pemanfaatan Lahan Tidur: Masyarakat diimbau untuk membersihkan rumput liar di sekitar rumah maupun pinggir jalan dan mengubahnya menjadi lahan produktif.
3. Peningkatan Ekonomi: Dengan bertani secara tekun, ekonomi keluarga diharapkan dapat meningkat secara mandiri.
4. Potensi Ekspor Antar-Daerah: Jika serapan pasar di Waghete sudah terpenuhi dan harga stabil, Deiyai diproyeksikan mampu menyuplai sayur ke kabupaten lain.
Aleks Pigai mengamati bahwa saat ini masih banyak lahan kosong yang belum dimanfaatkan secara maksimal oleh warga. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meninggalkan kebiasaan bersantai yang tidak produktif dan mulai mengolah tanah.
“Kami sudah membuktikannya. Hasil panen bawang dan sayuran kami sangat luar biasa. Kami mengajak masyarakat, mari kembali ke kebun. Jangan biarkan lahan kita ditumbuhi rumput, manfaatkanlah untuk masa depan ekonomi yang lebih baik,” tutupnya. (SK)







