PANIAI – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Paniai memperingati Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama ke-100 tahun atau satu abad NU dengan menggelar rangkaian kegiatan keagamaan dan sosial, belum lama ini. Kegiatan tersebut dipusatkan di Aula dan halaman Kantor PCNU Kabupaten Paniai, Papua Tengah, dengan agenda utama khotmil Qur’an, istigosyah, serta santunan bagi anak yatim piatu. Rangkaian acara dimulai pada pukul 09.30 hingga 11.30 WIT dengan pelaksanaan khotmil Qur’an. Selanjutnya, pada pukul 13.15 WIT dilanjutkan dengan istigosyah dan penyerahan santunan kepada anak yatim piatu.
Istigosyah dipimpin oleh Wakil Rais Syuriah PCNU Paniai, Ustadz Shodikin, sementara kegiatan santunan anak yatim piatu dipandu oleh Ibu Siti Lasmurah.

Rais Syuriah PCNU Paniai, H. Usmar Bujan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada panitia serta seluruh jajaran PCNU Kabupaten Paniai yang telah menyukseskan peringatan Harlah NU tahun ini.
Ia menegaskan bahwa peringatan satu abad NU yang dirangkaikan dengan santunan anak yatim piatu merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus komitmen NU dalam mencetak generasi penerus.
“Kami berpesan kepada anak-anak yatim piatu agar tetap semangat belajar dan melanjutkan pendidikan. Ke depan, mereka akan kami sekolahkan di lembaga pendidikan LP Ma’arif NU tanpa biaya. Bahkan, bagi yang berprestasi akan kami dorong untuk melanjutkan kuliah di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU), agar kelak dapat meneruskan perjuangan NU di Kabupaten Paniai,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Paniai, Ustadz Ahmad Muslih, menyampaikan bahwa peringatan Harlah NU ke-100 tahun merupakan momentum penting untuk mengenang dan mensyukuri perjuangan para muassis NU yang telah berjuang untuk agama, bangsa, dan negara.
Menurutnya, Nahdlatul Ulama merupakan simbol perjuangan, persatuan, dan kesatuan umat. Oleh karena itu, warga Nahdliyyin diajak untuk terus melanjutkan perjuangan tersebut dengan semangat kebangsaan dan keagamaan.
Ia juga mengajak seluruh warga NU untuk terus menebar kebaikan dan mengimplementasikan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah dalam kehidupan bermasyarakat.
“Fokus utama gerakan NU adalah memberikan kontribusi nyata bagi kemaslahatan umat dan bangsa,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Ustadz Ahmad Muslih menyampaikan ucapan selamat Harlah NU ke-100 tahun serta menyambut dimulainya abad kedua Nahdlatul Ulama. “Selamat Harlah NU ke-100 tahun. Selamat datang abad kedua Nahdlatul Ulama,” ucapnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Katib Syuriah PWNU Papua Tengah, H. Darmawan Arif Prastyo, Mustasyar PCNU Paniai, jajaran Syuriah dan Tanfidziyah PCNU, Muslimat NU, Fatayat NU, unsur TNI-Polri, serta ratusan warga Nahdliyyin dari Kota Aikai, Enarotali, dan Madi.
Rangkaian acara peringatan Harlah NU dan istigosyah ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Mustasyar PCNU Paniai, Ustadz Abdul Majid. (Etty)






