Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

Headline

80 Siswa di Raja Ampat Diduga Keracunan Usai Santap Makan Bergizi Gratis

adminbadge-check


					80 Siswa di Raja Ampat Diduga Keracunan Usai Santap Makan Bergizi Gratis Perbesar

Raja Ampat – Sebanyak 80 pelajar di Raja Ampat, Papua Barat Daya, dikabarkan mengalami gejala keracunan massal setelah mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Seluruh korban segera dilarikan dan menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waisai.

​Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, telah memastikan bahwa para korban mendapatkan penanganan yang terkoordinasi dan memadai.

​”Jumlah pelajar yang diduga keracunan Makan Bergizi Gratis di Waisai meningkat menjadi 80 orang. Seluruh pasien mendapatkan perawatan intensif di RSUD Waisai,” kata Gubernur Kambu.dilansir detikSulsel, Selasa (2/12/2025).

​Ia menambahkan bahwa kondisi para siswa saat ini dilaporkan stabil setelah mendapatkan penanganan cepat, dan sebagian korban yang telah membaik diperkirakan akan segera diperbolehkan pulang.

​Sementara itu, pihak kepolisian telah mengambil langkah tegas untuk mengusut tuntas penyebab insiden ini. Kapolda Papua Barat Daya, Brigjen Gatot Haribowo, mengonfirmasi telah memerintahkan tim untuk melakukan penyelidikan menyeluruh.

​”Kami telah memerintahkan tim untuk melakukan penyelidikan dan saat ini kami masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi,” jelas Brigjen Gatot.

​Pihak pengelola program di lokasi kejadian sempat menyampaikan dugaan awal bahwa keluhan yang dialami siswa bisa saja dipicu oleh konsumsi berlebih. Namun, kepolisian menegaskan bahwa mereka akan menunggu hasil pemeriksaan resmi dari sampel makanan untuk menentukan penyebab pasti insiden keracunan ini.

​Pemerintah daerah berkomitmen untuk memantau langsung proses perawatan para korban dan memastikan layanan kesehatan terbaik diberikan hingga seluruh siswa pulih sepenuhnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lebih Dekat di Hari Pelanggan Nasional, Pertamina Patra Niaga Bagikan Semangat Senyum Pelanggan, Senyumku Juga di Timur Indonesia

4 September 2026 - 21:47 WIB

IMG 20260904 WA0146

Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031

4 September 2026 - 21:05 WIB

WhatsApp Image 2026 09 03 at 4.04.06 PM 1536x1023

Pemuda dan Masyarakat Adat SIMAPITOWA Cabut Papan Satgas PKH, Tanam Salib Merah dan Papan Adat di Siriwo-Dipa

4 September 2026 - 15:12 WIB

IMG 20260904 WA0056

Temu Alumni Binterbushi ke-5 Digelar di Timika, Jadi Ruang Perkuat Silaturahmi dan Kontribusi bagi Papua

4 September 2026 - 15:08 WIB

20260904

Inspektur Deiyai Bagikan Pakaian Dinas dan Atribut kepada Seluruh Pegawai Inspektorat

4 September 2026 - 13:57 WIB

IMG 20260904 WA0046
Trending di Headline