Menu

Mode Gelap
Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku

Headline

80 Siswa di Raja Ampat Diduga Keracunan Usai Santap Makan Bergizi Gratis

adminbadge-check


					80 Siswa di Raja Ampat Diduga Keracunan Usai Santap Makan Bergizi Gratis Perbesar

Raja Ampat – Sebanyak 80 pelajar di Raja Ampat, Papua Barat Daya, dikabarkan mengalami gejala keracunan massal setelah mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Seluruh korban segera dilarikan dan menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waisai.

​Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, telah memastikan bahwa para korban mendapatkan penanganan yang terkoordinasi dan memadai.

​”Jumlah pelajar yang diduga keracunan Makan Bergizi Gratis di Waisai meningkat menjadi 80 orang. Seluruh pasien mendapatkan perawatan intensif di RSUD Waisai,” kata Gubernur Kambu.dilansir detikSulsel, Selasa (2/12/2025).

​Ia menambahkan bahwa kondisi para siswa saat ini dilaporkan stabil setelah mendapatkan penanganan cepat, dan sebagian korban yang telah membaik diperkirakan akan segera diperbolehkan pulang.

​Sementara itu, pihak kepolisian telah mengambil langkah tegas untuk mengusut tuntas penyebab insiden ini. Kapolda Papua Barat Daya, Brigjen Gatot Haribowo, mengonfirmasi telah memerintahkan tim untuk melakukan penyelidikan menyeluruh.

​”Kami telah memerintahkan tim untuk melakukan penyelidikan dan saat ini kami masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi,” jelas Brigjen Gatot.

​Pihak pengelola program di lokasi kejadian sempat menyampaikan dugaan awal bahwa keluhan yang dialami siswa bisa saja dipicu oleh konsumsi berlebih. Namun, kepolisian menegaskan bahwa mereka akan menunggu hasil pemeriksaan resmi dari sampel makanan untuk menentukan penyebab pasti insiden keracunan ini.

​Pemerintah daerah berkomitmen untuk memantau langsung proses perawatan para korban dan memastikan layanan kesehatan terbaik diberikan hingga seluruh siswa pulih sepenuhnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Apresiasi Penindakan Miras dan Narkoba, Ketua Fraksi Golkar Mimika Minta Perketat Pengawasan di Pelabuhan dan Perda Ditegakkan Tegas

16 Juni 2026 - 13:06 WIB

20260615

Ribuan Warga Mimika Ramaikan Pawai Ta’aruf Sambut Tahun Baru Islam 1448 H

16 Juni 2026 - 06:26 WIB

IMG 20260616 WA0021

DAPUR ADALAH KUNCI: Moderasi Beragama Harus Berujung di Meja Makan 

16 Juni 2026 - 03:52 WIB

IMG 20260616 WA0133

BPPKAD Papua Tengah: Dana Otsus Sudah Dialokasikan dan Ditransfer ke Pemerintah Daerah

16 Juni 2026 - 02:56 WIB

IMG 20260616 WA0121

Lepas Jalan Santai 1 Muharram 1448 H, Simon Mote Ajak Masyarakat Perkuat Iman dan Kebersamaan

16 Juni 2026 - 02:52 WIB

IMG 20260616 WA0109
Trending di Headline