Menu ✖

Mode Gelap
Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026 Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri TNI AD dan DPD RI Turun Tangan Atasi Masalah Infrastruktur Daerah

Headline

80 Siswa di Raja Ampat Diduga Keracunan Usai Santap Makan Bergizi Gratis

adminbadge-check


					80 Siswa di Raja Ampat Diduga Keracunan Usai Santap Makan Bergizi Gratis Perbesar

Raja Ampat – Sebanyak 80 pelajar di Raja Ampat, Papua Barat Daya, dikabarkan mengalami gejala keracunan massal setelah mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Seluruh korban segera dilarikan dan menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waisai.

​Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, telah memastikan bahwa para korban mendapatkan penanganan yang terkoordinasi dan memadai.

​”Jumlah pelajar yang diduga keracunan Makan Bergizi Gratis di Waisai meningkat menjadi 80 orang. Seluruh pasien mendapatkan perawatan intensif di RSUD Waisai,” kata Gubernur Kambu.dilansir detikSulsel, Selasa (2/12/2025).

​Ia menambahkan bahwa kondisi para siswa saat ini dilaporkan stabil setelah mendapatkan penanganan cepat, dan sebagian korban yang telah membaik diperkirakan akan segera diperbolehkan pulang.

​Sementara itu, pihak kepolisian telah mengambil langkah tegas untuk mengusut tuntas penyebab insiden ini. Kapolda Papua Barat Daya, Brigjen Gatot Haribowo, mengonfirmasi telah memerintahkan tim untuk melakukan penyelidikan menyeluruh.

​”Kami telah memerintahkan tim untuk melakukan penyelidikan dan saat ini kami masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi,” jelas Brigjen Gatot.

​Pihak pengelola program di lokasi kejadian sempat menyampaikan dugaan awal bahwa keluhan yang dialami siswa bisa saja dipicu oleh konsumsi berlebih. Namun, kepolisian menegaskan bahwa mereka akan menunggu hasil pemeriksaan resmi dari sampel makanan untuk menentukan penyebab pasti insiden keracunan ini.

​Pemerintah daerah berkomitmen untuk memantau langsung proses perawatan para korban dan memastikan layanan kesehatan terbaik diberikan hingga seluruh siswa pulih sepenuhnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dinkes Paniai Apresiasi Bantuan 20 Ribu Masker dari Pemprov Papua Tengah

14 Oktober 2026 - 14:43 WIB

IMG 20261014 WA0030

Terombang-ambing Semalaman di Perairan Yapero, Enam Korban KM Citra Harapan Selamat

14 Oktober 2026 - 14:39 WIB

IMG 20261014 WA0028

DP3AKB Deiyai Salurkan BKB Kit ke TK PAUD Yomeni, Dukung Pembelajaran Anak Usia Dini

14 Oktober 2026 - 14:32 WIB

IMG 20261014 WA0023

Kabut Asap Selimuti Deiyai, Puskesmas Gakokebo Imbau Warga Gunakan Masker

14 Oktober 2026 - 14:22 WIB

IMG 20261014 WA0017

Kasus ISPA di Mimika Tembus 72.977, Dinkes Imbau Warga Waspadai Kabut Asap

14 Oktober 2026 - 11:48 WIB

IMG 20261014 WA0014
Trending di Headline