Menu ✖

Mode Gelap
Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026

Headline

80 Siswa di Raja Ampat Diduga Keracunan Usai Santap Makan Bergizi Gratis

adminbadge-check


					80 Siswa di Raja Ampat Diduga Keracunan Usai Santap Makan Bergizi Gratis Perbesar

Raja Ampat – Sebanyak 80 pelajar di Raja Ampat, Papua Barat Daya, dikabarkan mengalami gejala keracunan massal setelah mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Seluruh korban segera dilarikan dan menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waisai.

​Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, telah memastikan bahwa para korban mendapatkan penanganan yang terkoordinasi dan memadai.

​”Jumlah pelajar yang diduga keracunan Makan Bergizi Gratis di Waisai meningkat menjadi 80 orang. Seluruh pasien mendapatkan perawatan intensif di RSUD Waisai,” kata Gubernur Kambu.dilansir detikSulsel, Selasa (2/12/2025).

​Ia menambahkan bahwa kondisi para siswa saat ini dilaporkan stabil setelah mendapatkan penanganan cepat, dan sebagian korban yang telah membaik diperkirakan akan segera diperbolehkan pulang.

​Sementara itu, pihak kepolisian telah mengambil langkah tegas untuk mengusut tuntas penyebab insiden ini. Kapolda Papua Barat Daya, Brigjen Gatot Haribowo, mengonfirmasi telah memerintahkan tim untuk melakukan penyelidikan menyeluruh.

​”Kami telah memerintahkan tim untuk melakukan penyelidikan dan saat ini kami masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi,” jelas Brigjen Gatot.

​Pihak pengelola program di lokasi kejadian sempat menyampaikan dugaan awal bahwa keluhan yang dialami siswa bisa saja dipicu oleh konsumsi berlebih. Namun, kepolisian menegaskan bahwa mereka akan menunggu hasil pemeriksaan resmi dari sampel makanan untuk menentukan penyebab pasti insiden keracunan ini.

​Pemerintah daerah berkomitmen untuk memantau langsung proses perawatan para korban dan memastikan layanan kesehatan terbaik diberikan hingga seluruh siswa pulih sepenuhnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

OPINI : BEREBUT EMAS DI MAKIMI, MASYARAKAT ADAT DAPAT APA?

24 Oktober 2026 - 11:55 WIB

WhatsApp Image 2026 10 24 at 04.29.28

Bawaslu Mimika Buka Ruang Kritik, Siapkan Lima Agenda Penguatan Pengawasan

24 Oktober 2026 - 11:09 WIB

IMG 20261024 WA0085

KPU Mimika Tunggu Revisi UU Pemilu, Pendidikan Pemilih Terus Berjalan

24 Oktober 2026 - 11:05 WIB

IMG 20261024 WA0083

HUT IDI ke-76, Pelkesi Bagikan Kacamata Baca Gratis ke Warga 

24 Oktober 2026 - 11:01 WIB

IMG 20261024 WA0081

IDI Kabupaten Mimika Gelar Baksos Kesehatan Gratis di PKM Mapurujaya

24 Oktober 2026 - 10:55 WIB

IMG 20261024 WA0079
Trending di Headline