Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

Papua Tengah Siap Kolaborasi dengan IPB untuk Majukan Sektor Pertanian

Etty Welerbadge-check


					Papua Tengah Siap Kolaborasi dengan IPB untuk Majukan Sektor Pertanian Perbesar

TANGERANG — Pemerintah Provinsi Papua Tengah menunjukkan komitmen kuat dalam membangun sektor pertanian berkelanjutan dengan menjalin kerja sama bersama Institut Pertanian Bogor (IPB). Hal ini disampaikan dalam kegiatan Indonesia Science Festival (ISF) 2025 dan Penandatanganan MoU yang digelar di Garuda Main Hall 1, Nusantara Hall, ICE BSD City, Tangerang, Sabtu (8/11/2025).

Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Galey, mewakili Gubernur Papua Tengah dalam kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya kolaborasi inovatif antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan tinggi seperti IPB untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia Papua di bidang pertanian.

Img 20251109 wa0007

“Indonesia, musuh dunia ini mau maju atau mundur ada di tangan kita sendiri. Ide, cara, dan inovasi-inovasi baru itu harus muncul dari kita, termasuk di Papua,” ujar Deinas Galey.

Ia menjelaskan bahwa Papua Tengah memiliki potensi besar dalam pengembangan pertanian alami tanpa ketergantungan tinggi pada pupuk kimia. Ke depan, pemerintah provinsi berencana mengirim sejumlah petani dari delapan kabupaten di wilayahnya untuk mengikuti pelatihan langsung di IPB dan kampus pertanian lainnya.

“Kami akan kirim masyarakat kami, terutama para petani, untuk belajar langsung tentang cara bertani yang benar. Setelah itu, mereka akan kembali ke daerah untuk mempraktikkan dan menyosialisasikan hasil pembelajaran kepada masyarakat,” tambahnya.

Menurut Deinas Galey, kerja sama ini bukan hanya bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi daerah dan membuka peluang usaha baru berbasis hasil bumi Papua Tengah.

“Sekolah pertanian seperti IPB adalah pusat pembelajaran yang luar biasa. Dari sinilah kita bisa belajar banyak hal yang akan berdampak langsung pada ekonomi rakyat Papua,” tuturnya.

Acara ISF 2025 dihadiri oleh sejumlah kepala daerah, pejabat kementerian, akademisi, serta pelaku usaha bidang agrikultur dan inovasi teknologi. Nota dinas tertanggal 6 November 2025 dari Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Papua Tengah, Silvanus A. Soemoele, juga menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap partisipasi Gubernur Papua Tengah dalam kegiatan strategis ini.

Img 20251109 wa0008

Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah awal menuju transformasi pertanian Papua Tengah yang mandiri, produktif, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional.(MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kunjungan Pasien di Puskesmas Waghete Deiyai Tembus 80 Orang per Hari

6 November 2026 - 11:26 WIB

IMG 20261106 WA0022

Diduga Meninggal Akibat Kondisi Kesehatan, Pria 45 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa Dilantai

6 November 2026 - 07:17 WIB

IMG 20261106 WA0010

DPO Kasus Penembakan Brigpol Ronald Enok Ditangkap di Puncak Jaya, Seorang Warga Ikut Diamankan

6 November 2026 - 07:11 WIB

IMG 20261106 WA0007

Perkuat Tata Kelola Organisasi, KINGMI di Tanah Papua Gelar Sosialisasi AD/ART di Deiyai

6 November 2026 - 07:07 WIB

IMG 20261106 WA0005

Polres Mimika Perkuat Benteng Pencegahan Narkoba Lewat Dua Posko Bersinar

6 November 2026 - 05:41 WIB

IMG 20261106 WA0019
Trending di News