Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

Dewan Adat Mee-Pago Dukung Program Strategis Nasional: “Masyarakat Adat Siap Ambil Bagian, Bukan Sekadar Mendukung”

Etty Welerbadge-check


					Dewan Adat Mee-Pago Dukung Program Strategis Nasional: “Masyarakat Adat Siap Ambil Bagian, Bukan Sekadar Mendukung” Perbesar

NABIRE — Dewan Adat Mee-Pago Papua Tengah menegaskan komitmennya untuk mendukung sekaligus terlibat langsung dalam pelaksanaan program strategis nasional di wilayah Papua Tengah.

Hal ini disampaikan Ketua Dewan Adat Mee-Pago, Wolter Belau, dalam kegiatan bertajuk “Sinergitas Masyarakat Adat Mee-Pago Papua Tengah Bersatu Mendukung Program Strategis Nasional Menuju Papua Tengah Aman, Damai, dan Sejahtera” yang berlangsung di Auditorium RRI Nabire, Senin (13/10/2025).

Dalam keterangan usai kegiatan, Wolter menegaskan bahwa masyarakat adat bukan hanya mendukung kebijakan pemerintah, tetapi juga ingin ikut berperan aktif dalam setiap program pembangunan.

“Kami tidak hanya mendukung, tapi juga ikut ambil bagian dan berperan aktif. Tugas Dewan Adat ada tiga, yakni kemanusiaan, tanah, dan koordinasi dalam pelaksanaan pembangunan,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya menjaga nilai kemanusiaan serta penghormatan terhadap hak ulayat masyarakat adat. Menurutnya, setiap program pemerintah yang menyentuh lahan adat harus melalui koordinasi dan kesepakatan dengan pemilik tanah.

“Kami tidak melarang pembangunan, tapi pemerintah perlu berkoordinasi dengan masyarakat adat. Karena sebelum negara berdiri, Tuhan sudah menempatkan suku-suku untuk mengelola alamnya,” tambah Wolter.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti perlunya jaminan hukum bagi lembaga adat, agar keberadaan dan perannya diakui secara resmi oleh pemerintah.

“Kalau Kementerian Dalam Negeri atau Kemenkumham belum bisa, maka Gubernur Papua Tengah perlu menerbitkan SK pengakuan terhadap Dewan Adat Papua sebagai mitra kerja resmi pemerintah,” tegasnya.

Wolter Belau menutup pernyataannya dengan ajakan kepada seluruh masyarakat adat untuk menjaga perdamaian dan mendukung pembangunan Papua Tengah yang aman dan sejahtera.

“Kerinduan masyarakat untuk hidup aman dan damai sudah lama ada. Sekarang waktunya pemerintah dan masyarakat adat bekerja bersama agar kedamaian itu benar-benar terwujud,” pungkasnya. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PUPR Mimika Kejar Penyelesaian Pembangunan Jalan Hasanuddin 

6 November 2026 - 13:24 WIB

IMG 20261106 WA0044

Dishub Mimika Evaluasi Traffic Light, Perempatan Pin Seluler Jadi Prioritas

6 November 2026 - 13:15 WIB

IMG 20261106 WA0043

Ratusan Pelajar SMA YPPGI Wissel Meren Enarotali Ikut Edukasi dari KPA Paniai 

6 November 2026 - 13:06 WIB

IMG 20261106 WA0042

Dua Hari Pelatihan, Petani Puncak Jaya Belajar Kembangkan Kopi Berkualitas

6 November 2026 - 12:56 WIB

IMG 20261106 WA0036

Deinas Geley Pimpin PSSI Papua Tengah, Targetkan Pembinaan Pemain Muda hingga Tingkat Nasional

6 November 2026 - 12:46 WIB

IMG 20261106 214339
Trending di Headline