Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete

Headline

Dewan Adat Mee-Pago Dukung Program Strategis Nasional: “Masyarakat Adat Siap Ambil Bagian, Bukan Sekadar Mendukung”

Etty Welerbadge-check


					Dewan Adat Mee-Pago Dukung Program Strategis Nasional: “Masyarakat Adat Siap Ambil Bagian, Bukan Sekadar Mendukung” Perbesar

NABIRE — Dewan Adat Mee-Pago Papua Tengah menegaskan komitmennya untuk mendukung sekaligus terlibat langsung dalam pelaksanaan program strategis nasional di wilayah Papua Tengah.

Hal ini disampaikan Ketua Dewan Adat Mee-Pago, Wolter Belau, dalam kegiatan bertajuk “Sinergitas Masyarakat Adat Mee-Pago Papua Tengah Bersatu Mendukung Program Strategis Nasional Menuju Papua Tengah Aman, Damai, dan Sejahtera” yang berlangsung di Auditorium RRI Nabire, Senin (13/10/2025).

Dalam keterangan usai kegiatan, Wolter menegaskan bahwa masyarakat adat bukan hanya mendukung kebijakan pemerintah, tetapi juga ingin ikut berperan aktif dalam setiap program pembangunan.

“Kami tidak hanya mendukung, tapi juga ikut ambil bagian dan berperan aktif. Tugas Dewan Adat ada tiga, yakni kemanusiaan, tanah, dan koordinasi dalam pelaksanaan pembangunan,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya menjaga nilai kemanusiaan serta penghormatan terhadap hak ulayat masyarakat adat. Menurutnya, setiap program pemerintah yang menyentuh lahan adat harus melalui koordinasi dan kesepakatan dengan pemilik tanah.

“Kami tidak melarang pembangunan, tapi pemerintah perlu berkoordinasi dengan masyarakat adat. Karena sebelum negara berdiri, Tuhan sudah menempatkan suku-suku untuk mengelola alamnya,” tambah Wolter.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti perlunya jaminan hukum bagi lembaga adat, agar keberadaan dan perannya diakui secara resmi oleh pemerintah.

“Kalau Kementerian Dalam Negeri atau Kemenkumham belum bisa, maka Gubernur Papua Tengah perlu menerbitkan SK pengakuan terhadap Dewan Adat Papua sebagai mitra kerja resmi pemerintah,” tegasnya.

Wolter Belau menutup pernyataannya dengan ajakan kepada seluruh masyarakat adat untuk menjaga perdamaian dan mendukung pembangunan Papua Tengah yang aman dan sejahtera.

“Kerinduan masyarakat untuk hidup aman dan damai sudah lama ada. Sekarang waktunya pemerintah dan masyarakat adat bekerja bersama agar kedamaian itu benar-benar terwujud,” pungkasnya. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

5 Anggota OPM Mewuluk Kodam XXVIII Nyatakan Ikrar Setia kepada NKRI 

27 Juni 2026 - 22:54 WIB

IMG 20260627 WA0049

Bupati Puncak Resmikan Gereja GKII Petrus Kalimangga di Nabire, Ajak Jemaat Perkuat Persatuan

27 Juni 2026 - 21:54 WIB

IMG 20260627 WA0128

Polda Papua Tangani 104 Kasus Narkotika, 151 Tersangka Diamankan dalam Enam Bulan

27 Juni 2026 - 12:46 WIB

IMG 20260627 WA0030

Bupati Deiyai Salurkan Bantuan Alat Tangkap Ikan kepada 450 Mama-Mama Nelayan Danau Tigi

27 Juni 2026 - 12:38 WIB

IMG 20260627 WA0023

Satu Pengendara Motor Tewas usai Tabrakan dengan Truk di Jalan SP 3 Mimika

27 Juni 2026 - 12:28 WIB

IMG 20260627 WA0014
Trending di Headline