TIMIKA — Seorang pria berinisial IKB dilaporkan mengalami luka serius hingga kritis setelah diduga menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok pemuda di Timika, Papua Tengah, pada Minggu (4/10/2026).
Perwakilan keluarga korban, Jack Balubun, mengungkapkan kronologi kejadian tersebut saat ditemui wartawan di Kantor Pelayanan Polres Mimika, Selasa (6/10/2026).
Menurut Jack, peristiwa bermula ketika sejumlah pemuda sedang mengonsumsi minuman keras. Situasi kemudian memanas akibat kesalahpahaman antara korban dan sekelompok pemuda hingga berujung pada aksi penganiayaan.
Usai kejadian pertama, korban membawa sepeda motor milik salah satu orang yang diduga terlibat ke Kantor Pelayanan Polres Mimika di Jalan Cenderawasih. Langkah itu dilakukan karena korban khawatir pihak-pihak yang terlibat akan melarikan diri.
Namun, persoalan kembali memanas setelah istri salah satu terduga pelaku membuat unggahan di media sosial yang menyebut korban sebagai begal. Pihak keluarga membantah tudingan tersebut.
“Saya pun langsung menghubungi yang bersangkutan dan mengatakan adik saya bukan begal dan postingan tersebut langsung dihapus,” ujar Jack.
Setibanya di kantor polisi, petugas meminta korban mengambil kartu identitas. Korban kemudian kembali ke tempat kosnya di Jalan Bougenville untuk mengambil dokumen tersebut.
Saat dalam perjalanan menuju Kantor Pelayanan Polres Mimika, korban diduga kembali dihadang sekelompok pemuda di depan Toko Rizky, Jalan Ahmad Yani.
Di lokasi tersebut, korban diduga kembali mengalami penganiayaan hingga tidak berdaya. Korban kemudian dibawa ke Kompleks Timur dan kembali diduga mengalami penganiayaan.
Warga yang melihat kondisi korban selanjutnya mengevakuasinya ke RSUD Mimika untuk mendapatkan perawatan medis.
Sekitar pukul 15.00 WIT, pihak rumah sakit mendatangi kediaman keluarga korban di Jalan Leo Mamiri untuk menyampaikan kondisi korban.
Mendapat informasi tersebut, keluarga langsung menuju RSUD Mimika. Saat masih dalam kondisi sadar, korban sempat menceritakan kejadian yang dialaminya kepada keluarga.
Setelah itu, korban dilaporkan tidak sadarkan diri hingga saat ini.
Jack mengatakan, berdasarkan informasi medis yang diterima keluarga, korban mengalami pendarahan di otak dan limpa pecah sehingga kondisinya kritis.
“Setelah mendapat informasi tersebut, kita sekeluarga langsung menuju ke RSUD Mimika. Korban pun menceritakan kejadian tersebut dan langsung tak sadarkan diri sampai sekarang,” katanya.
Pihak keluarga mengaku telah membuat laporan polisi terkait dugaan penganiayaan tersebut. Mereka berharap aparat segera mengamankan pihak-pihak yang diduga terlibat agar proses hukum dapat berjalan.
“Keluarga hanya ingin agar pelaku segera ditahan karena jika tidak yang ditakutkan pelaku kabur. Dan tidak menutup kemungkinan keluarga akan bertindak sendiri,” ujar Jack.
Keluarga juga berharap kasus tersebut dapat segera ditangani aparat kepolisian dan para pihak yang diduga terlibat dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai proses hukum yang berlaku. (IT)






