INTAN JAYA — Wakil Ketua II DPR Papua Tengah, Dr. Drs. Petrus Izaach Suripatty, M.Si., mendorong pengembangan komoditas pertanian lokal sebagai bagian dari upaya meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Intan Jaya.
Hal tersebut disampaikannya setelah melihat langsung sejumlah produk pertanian masyarakat dalam kunjungan kerja Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, SH, bersama rombongan di Kabupaten Intan Jaya, Selasa-Rabu (15-16/9/2026).
Dalam perjalanan menuju Distrik Hitadipa, rombongan melihat aktivitas kelompok masyarakat yang mengembangkan tanaman kopi. Kelompok tersebut juga menyajikan hasil produksi kopi serta sejumlah komoditas pertanian lainnya, seperti pisang dan jeruk.
Suripatty menilai komoditas tersebut memiliki potensi untuk terus dikembangkan melalui dukungan pemerintah.
“Pak Gubernur dan Pak Bupati mempunyai komitmen yang sangat baik untuk membantu kelompok ini dan mungkin kelompok-kelompok yang lain nanti di bidang pertanian ini,” kata Suripatty kepada wartawan, Rabu (16/9/2026).
Ia secara khusus menyoroti potensi jeruk yang menurutnya memiliki rasa yang baik dan dapat dikembangkan menjadi produk khas daerah.
Menurut Suripatty, jeruk Intan Jaya dapat dikembangkan tidak hanya sebagai hasil pertanian untuk konsumsi, tetapi juga dikemas sebagai produk oleh-oleh khas daerah.
“Jaruk manis yang merupakan salah satu buah-buahan yang tumbuh di daerah Intan Jaya itu kelak nanti bisa dijadikan sebagai oleh-oleh. Nanti bisa dibuat kemasan yang baik sehingga itu menjadi oleh-oleh yang bisa dibawa dari Intan Jaya,” ujarnya.
Ia bahkan melihat peluang Intan Jaya untuk mengembangkan identitas sebagai daerah penghasil jeruk di wilayah pegunungan.
“Intan Jaya juga harus menggiatkan ini, sehingga Intan Jaya juga bisa menjadi kota jeruk juga. Ya, kota jeruk di tanah dingin,” katanya.
Selain jeruk, ia menilai kopi juga perlu mendapat perhatian pemerintah daerah. Pengembangan komoditas tersebut dinilai dapat membuka peluang ekonomi bagi petani apabila dilakukan secara berkelanjutan.
Suripatty berharap pemerintah dapat memberikan pendampingan kepada kelompok-kelompok petani, termasuk dalam pengembangan produksi dan pengemasan.
Menurutnya, pengembangan komoditas unggulan daerah perlu menjadi bagian dari pembangunan ekonomi lokal sehingga masyarakat dapat memperoleh manfaat langsung dari potensi sumber daya yang dimiliki wilayahnya. (MB)







