NABIRE – Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire menggelar Evaluasi Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam rangka satu tahun kepemimpinan Rektor Petrus Tekege, SH., MH. masa bakti 2025–2029. Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid melalui Zoom Meeting itu diikuti para wakil rektor, dekan, kepala lembaga, ketua program studi, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa fi lingkunganuniversitasSatyaWiyataMandala (USWIM) Nabire PapuaTengah.
Dalam arahannya, Rektor menegaskan bahwa evaluasi bukan sekadar menilai capaian selama satu tahun terakhir, tetapi menjadi momentum refleksi untuk memperkuat tata kelola universitas dan menyusun langkah strategis menuju peningkatan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Evaluasi bukan untuk saling menyalahkan atau menyudutkan, tetapi bagaimana kita melihat apa yang telah dilakukan, apa yang belum dilakukan, dan apa yang harus kita kerjakan bersama agar USWIM menjadi lebih baik,” ujarnya.
Menurut Tekege, evaluasi tingkat universitas merupakan lanjutan dari evaluasi yang sebelumnya dilakukan di setiap fakultas dan program studi. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penyusunan kebijakan strategis universitas, termasuk peluncuran Sistem Informasi Akademik (SIAKAT) berbasis SEVIMA USWIM sebagai bagian dari transformasi layanan akademik yangrencananyaakan Luncurkan pada 15 juli dalam Ibadah HUT 1 tahunkepemimpinan..
Melalui sistem tersebut, mahasiswa nantinya dapat melakukan registrasi, pengisian Kartu Rencana Studi (KRS), melihat nilai, mencetak Kartu Hasil Studi (KHS), hingga melakukan pembayaran secara daring. Dosen juga dapat menginput nilai, mengelola presensi, serta melaksanakan pembimbingan akademik secara digital. Sementara pimpinan memperoleh kemudahan dalam melakukan monitoring dan evaluasi berbasis data.
Selain transformasi digital, Rektor juga memaparkan perkembangan data akademik USWIM. Saat ini universitas memiliki 2.442 mahasiswa aktif yang tersebar di berbagai program studi. Program Studi Teknik Informatika menjadi yang terbesar dengan 631 mahasiswa, disusul PGSD sebanyak 401 mahasiswa, Ilmu Pemerintahan 391 mahasiswa, Administrasi Negara 224 mahasiswa, Administrasi Bisnis 177 mahasiswa, Peternakan 160 mahasiswa, serta program studi lainnya.
USWIM juga didukung oleh 129 dosen, yang terdiri atas dosen tetap yayasan, dosen PNS DPK, dan dosen tidak tetap. Hingga saat ini 33 dosen telah memperoleh sertifikasi dosen, sementara universitas terus mendorong peningkatan pelaporan Laporan Kinerja Dosen (LKD) sebagai bagian dari penguatan tata kelola akademik.
Pada kesempatan yang sama, Rektor menyampaikan capaian Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) sebagai salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi selama Tahun Akademik 2025/2026.
Berdasarkan Laporan Kinerja LPPM, dosen USWIM berhasil menghasilkan 63 penelitian sepanjang tahun 2025 dan 11 penelitian hingga pertengahan tahun 2026. Di bidang publikasi ilmiah, pada tahun berjalan juga telah terbit 3 artikel pada jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus, selain publikasi pada jurnal nasional terakreditasi SINTA.
Produktivitas dosen juga terlihat dari penerbitan 62 buku selama periode 2025 hingga 2026, yang terdiri atas 41 buku pada tahun 2025 dan 21 buku pada tahun berjalan 2026.
Pada aspek pendanaan penelitian, sebanyak 11 proposal diajukan melalui Program Hibah BIMA pada tahun 2026. Dari jumlah tersebut, 2 proposal berhasil memperoleh pendanaan, sementara 2 dosen lainnya terlibat dalam penelitian kolaboratif bersama Universitas Atma Jaya dan Universitas Diponegoro. Capaian tersebut menunjukkan semakin terbukanya jejaring kerja sama penelitian USWIM dengan perguruan tinggi lain.
Di bidang pengabdian kepada masyarakat, LPPM mencatat 38 kegiatan pada tahun 2025. Sebanyak 14 kegiatan di antaranya telah menghasilkan artikel ilmiah pada jurnal pengabdian kepada masyarakat. Untuk tahun 2026, pelaksanaan kegiatan masih berlangsung sehingga rekapitulasi capaian belum sepenuhnya selesai.
Sementara pada bidang Kekayaan Intelektual, dosen USWIM telah menghasilkan 2 paten sederhana dan 10 hak cipta selama periode 2025–2026. Selain itu, universitas juga sedang mendorong proses pendaftaran sejumlah paten baru sebagai bagian dari hilirisasi hasil penelitian.
Rektor menjelaskan bahwa peningkatan produktivitas riset tidak terlepas dari berbagai program pendampingan yang dilakukan LPPM, mulai dari klinik proposal Hibah BIMA, pendampingan penulisan artikel ilmiah, hingga workshop penelitian berbasis potensi lokal Papua Tengah. Salah satu fokus riset unggulan yang sedang dikembangkan adalah pemanfaatan potensi lokal untuk menghasilkan inovasi yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat bagi masyarakat.
Meski menunjukkan perkembangan positif, Rektor mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dibenahi, antara lain pemerataan partisipasi dosen dalam penelitian dan publikasi, peningkatan kualitas proposal hibah nasional, keterbatasan pendanaan publikasi ilmiah, serta penguatan sistem pendataan luaran penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Karena itu, USWIM menetapkan sejumlah program prioritas ke depan, antara lain peningkatan publikasi internasional bereputasi, penguatan pengabdian kepada masyarakat berbasis potensi lokal Papua Tengah, percepatan perlindungan kekayaan intelektual, penguatan kolaborasi riset antarperguruan tinggi, serta pengembangan sistem pendataan penelitian dan pengabdian yang terintegrasi.
Mengakhiri pemaparannya, Rektor Petrus Tekege mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan hasil evaluasi satu tahun kepemimpinan sebagai pijakan untuk membangun USWIM yang semakin unggul, profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menghasilkan lulusan dan karya ilmiah yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Papua Tengah dan Indonesia.(MB)







